Kebumen24.com

PADURESO, Kebumen24.com – Hujan disertai angin kencang merobohkan rimbunan pohon bambu yang letaknya persis di pinggir jalan Desa Merden Kecamatan Padureso Kebumen. Pohon bambu itu roboh ke arah jalan dan menutup sebagian ruas jalan.
Kondisi ini tentunya sangat berbahaya mengingat lokasinya adalah jalan aspal berkelok. Pengguna jalan yang tidak hati-hati bisa saja tertusuk oleh tajamnya pohon bambu.
Setelah menerima laporan dari warga masyarkat, Polsek Padureso bergegas menuju lokasi dan mengevakuasi puluhan pohon bambu, Sabtu 11 Januari 2020.
Bersama dengan TNI dan warga sekitar, petugas piket Polsek Padureso segera memotong bambu yang ambruk ke jalan selanjutnya disingkirkan ke tempat aman.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman, evakuasi pohon bambu telah selesai dilakukan.

 “Sudah, sudah dibersihkan pohon bambu yang roboh ke jalan. Kami ucapkan terimakasih kepada TNI, Polsek Padureso dan warga sekitar yang cekatan membersihkan, sehingga tidak ada korban jiwa,” kata Iptu Tugiman.

Lanjut Iptu Tugiman, beberapa waktu terakhir ini patroli Polres dan Polsek jajaran diarahkan ke daerah rawan bencana.
Selanjutnya kepada polsek yang dilewati aliran sungai besar untuk selalu dipantau debit airnya untuk mengantisipasi banjir sejak dini.(K24/W)

SEMPOR, Kebumen24.com – Sarang tawon Vespa Affinis berukuran jumbo yang sering meresahkan warga akhirnya berhasil dieksekusi oleh petugas Pemadam Kebakaran Gombong bersama Anggota Polsek Sempor.
Sarang tawon Endas sebesar kurang lebih kepala manusia dewasa yang berada di samping rumah Kamisno warga desa Tunjungseto kecamatan Sempor Kebumen itu, terpkasa dieksekusi petugas pada hari Sabtu 11 Januari 2020.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Sempor AKP Sugito, mengatakan eksekusi dilakukan setelah mendapat laporan warga ke Polsek Sempor.

“Awalnya warga ada lapor ke kami, selanjutnya ditindaklanjuti. Tadi malam saat eksekusi, semua berjalan lancar dan kondusif,” jelas AKP Sugito, Minggu (12/1).
 

Saat Proses eksekusi, warga hanya diperbolehkan melihat dari jarak jauh, atau jarak yang aman. Lokasi yang mudah dijangkau, turut mempermudah eksekusi tawon yang mempunyai predikat yang buruk itu.
Petugas cukup menaiki tangga dan “menungkrub” sarang tawon yang dikabarkan beberapa kali menyebabkan kematian pada manusia karena sengatannya. (K24/T/W)

KUWARASAN, Kebumen24.com – Memasuki musim penghujan, Ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh Masyarkat, dalam hal ini adalah lingkungan sekitar agar terhindar dari penyebaran wabah nyamuk Aedes aegypti.
Aedes Aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah yang wajib menjadi perhatian semua pihak.
Siang ini Bhabinkamtibmas Polsek Kuwarsan Brigadir Sujadi bersama dengan warga sekitar melakukan gerakan “pemberantasan sarang nyamuk” atau PSN di Desa Gumawang kecamatan Kuwarsan.
Menggunakan alat kerjabakti berupa sabit, sapu lidi, hingga cangkul, Bhabinkamtibmas melakukan pembersihan sebuah pekarangan yang disinyalir berkembangnya nyamuk penyebab penyakit demam berdarah, Minggu (12/1).
Meski seharusnya ia libur tugas, namun karena sudah menjadi tuntutan tugas Bhabinkamtibmas, ia harus melakukan kegiatan PSN yang ditujukan kepadanya dari warga masyarkat desa Gumawan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman, menyambut baik apa yang dilakukan Brigadir Sujadi bersama warga masyarkat.

“Menanggapi laporan kegiatan Bhabinkamtibmas Polsek Kuwarsan, kami sangat mengapresiasi. Kita harus waspada terhadap bahaya nyamuk penyebab penyakit demam berdarah,” kata Iptu Tugiman.

Pada kesempatan itu, Brigadir Sujadi bersama warga masyarkat melakukan gerakan 3M Plus. Yaitu, Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
Selanjutnya menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya untuk mencegah nyamuk bersarang dan berkembang biak.
Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah. Hal ini sebagai untuk mempersempit ruang gerak nyamuk untuk berkembang biak.
Selanjutnya Plus yang dimaksud adalah mengimbau masyarkat untuk menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, serta menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.

“Semoga apa yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama warga dapat mencegah penyebaran nyamuk penyebab penyakit demam berdarah,” ungkap Iptu Tugiman.

Dari data yang didapat di tahun 2019 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kebumen mengalami lonjakan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 2018 dan 2017.
Jumlah persebarannya juga hampir merata di kecamatan se Kabupaten Kebumen. Kendati hampir merata Kecamatan Prembun, Mirit dan Karanganyar menjadi titik terbanyak persebaran.
Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen menunjukkan tahun 2019 tercatat sebanyak 269 kasus. Dari jumlah tersebut tiga diantaranya tidak dapat terselamatkan dan meninggal dunia. Angka tersebut jauh meningkat bila dibandingkan dua tahun terakhir.
Tahun 2017, kasus DBD di Kebumen hanya 58 kasus dengan satu orang meninggal dunia. Sedangkan tahun 2018, kasus DBD hanya 28 kasus. (K24/T/W)

KARANGSAMBUNG, Kebumen24.com- Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung secara resmi kini telah memiliki minimarket yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Peresmian itu secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita.
Kepala Desa Kaligending Tugino Setyo Raharjo mengatakan, Usaha BUMDes bernama Sri Rejeki atau disebutnya SR Mini Market itu merupakan sebagai langkah penembangan usaha yang bertujuan dapat mendongkrak pendapatan asli desa.

  “Selama ini tanah bengkok kurang produktif, maka dari itu kita coba kembangkan melalui BUMdes dengan membangun minimarket,” katanya, Minggu 12 Januari 2020.

Pembangunan gedung diatas tanah kas desa dengan biaya sekitar Rp 799 juta itu dilaksanakan pada 2018/2019. Bangunan gedung sendiri seluas 24,5 x 22,5 meter. Adapun penyertaan modal mencapai Rp 1,2 miliar, dari nominal itu digunakan isi, peralatan sebesar Rp 431 juta.
Dikatakan Tugino, keberadaan mini market tersebut diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan serta perekonomian masyarakat. Kedepan juga menampung produk home industri. Di samping itu kerjasama dengan pedagang untuk mengambil barang grosir.

  “Di sini belanja cepat, mudah, biaya ringan serta menerima kulakan dan eceran,” jelas Tugino.

Pengembangan lebih lanjut, pihaknya berharap dukungan permodalan dari pemkab. Menyusul adanya mini market tersebut, areal balai desa yang berdekatan juga akan dimanfaatkan untuk berjualan para pedagang setelah selesai jam kerja.  Tugino menyebut, kehadiran mini market itu sebagai perwujudan visi misinya. Di samping  sebagai antisipasi bergesernya dana Desa, sehingga ke depan sudah bisa mandiri.
Sementara itu, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dalam sambutanya menyambut baik dan sekaligus menngapresiasi adanya Bumdes teersebut. Menurutnya, kehadiran mini narket itu sebagai langkah baik untuk memajukan perekonomian masyarkat Desa. Selain itu, Ia juga menyebut kehadiran investasi di Kebumen telah mencapai Rp 777,5 miliar, yang telah melampaui target dan diharapkan berdampak positif bagi  masyarakat.

“Di Kebumen terdapat 304 BUMDes yang diharapkan semuanya berkembang dan diikuti desa lain yang belum,” ucap Yazid.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dispermades P3A Kebumen Frans Haidar, Muspika Kecamatan Karangsambung, Pemerintah Desa Kaligending serta warga setempat. (K24/Hfd)

KARANGSAMBUNG, Kebumen.com- Hujan deras disertai angin yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen tadi malam, membuat Tiang listrik di Desa Banioro Kecamatan Karangsambung yang tumbang. Tumbangnya tiang tersebut menyebabkan padam listrik tetapi juga akses jalan terhambat.
Sedikitnya tiga kecamatan mengalami padam listrik yaitu Karangsambung, Sadang dan Karanggayam. Ruas Jalan Karangsambung-Sadang sempat tidak dapat digunakan akibat tiang jatuh ke jalan. sekira pukul 19.30 WIB, Jumat 11 Januari 2020.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kapolsek Karangsambung, Iptu Sucipto mengatakan dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, penyebab awal tiang listrik di Banioro roboh akibat tanah di sekitarnya tergerus aliran sungai. Dimana akibat hujan deras membuat arus sungai setempat cukup kencang.

 “Tiang menutup akses jalan Karangsambung-Sadang, serta mengakibatkan listrik mati,” katanya.

Mendapatkan laporan tersebut, Iptu Sucipto mengaku pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Kemudian masyarakat mengupayakan untuk memindahkan tiang listrik dari jalan dengan cara manual. Secara bersamaan, tiang ditarik menggunakan tambang agar tidak melintang di jalan.
Terpisah, Manajer PLN Area Kebumen Teguh Suprabowo mengungkapkan akibat hujan deras semalam terjadi dua tiang listrik tumbang. Selain di Karangsambung, tiang listrik roboh juga terjadi di Desa Cangkring Kecamatan Sadang selang waktu yang tidak lama. Pihaknya pun mengaku langsung menerjunkan tim untuk melakukan perbaikan.
Sementara itu, kejadian pohon tumbang terjadi di Desa Pandanlor Kecamatan Klirong Jumat sore. Pohon melinjo tumbang menimpa bengkel sepeda motor. Kondisi tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka yaitu Sadat (27) warga setempat. Selain itu, bengkel lun mengalami kerusakan sedang di bagian atap. (K24/^)

PURING, Kebumen24.com – Tak kurang dari 82,43 hektar tambak udang di kabupaten Kebumen tersebar di tiga Kecamatan seperti Klirong, Petanahan dan Puring memiliki potensi yang cukup baik. Besarnya potensi ekonomi ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong wilayah tersebut sebagai kawasan tambak udang.
Hal itu di sampaikan Direktur Produksi dan Usaha Ditjen Perikanan Budidaya KKP Arik Hari Wibowo, dalam saat berkunjung ke Desa Surorejan Kecamatan Puring, Jumat (10/1/2020).
Menurutnya, potensi tambak yang baik sangat sayang jika tidak didorong oleh pemerintah. Untuk itu dirinya berharap Pemkab Kebumen dapat menetapkan kawasan tambak melalui Peraturan Daerah. Kendati begitu, dorongan ini juga biutuh komitmen kuat dari kepala daerah maupun legislatif.

“Dengan ditetapkan sebagai kawasan maka akan memberikan kenyamanan bagi petambak dalam berinvestasi,” katanya,

Lebih jauh Hari menjelaskan, jika telah ditetapkan sebagai kawasan tambak maka petambak perlu membentuk kelompok. Hal tersebut dapat membantu kemudahan akses bantuan dari kementrian. Seperti halnya pendampingan dalam mengelola kawasan maupun proses perawatan tambak itu sendiri.

“Nanti ada pendampingan dari KKP jika sudah ditetapkan sebagai kawasan. Nanti akan diperbaiki mulai dari saluran air masuk, pembuangan limbah, saluran IPAL, penyiapan benih,”ucapnya.

Hari menambahkan, dengan penetapan kawasan diperlukan masterplan tambak. Nantinya tambak akan ditata dengan baik sehingga dapat menghindari dari penyakit. Disisi lain, hasil budidaya tambak udang juga sangat dibutuhkan oleh pasar. Bahkan hasil budidaya udang dapat diterima untuk pasar luar negeri.

“Serapannya sangat tinggi untuk udang bahkan juga ekspor,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IV KRT Darori Wonodipuro berharap kawasan tambak ditetapkan Pemkab Kebumen. Dengan menjadi kawasan, pengelolaan lebih mudah dan hasilnya dapat semakin optimal. Terlebih yang utama, tambak dapat menghindarkan dari penyakit udang yang belum lama ini menyerang.

“Kami tentu mendorong penetapan kawasan yang perlu dilihat standarisasi dan aturannya. Nanti akan kami bantu penyampaian agar turut diberikan dukungan dari Kementerian,” ucapnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, turut dihadiri Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kebumen Mas Herunoto dan Ketua Komisi B DPRD Kebumen Solatun. Hadir pula sejumlah anggota DPRD Kebumen seperti Munawar Kholil, Suprijanto dan Anifudin. Sebelum peninjauan tambak, juga dilakukan tabur benih ikan nilem 100 ribu di Waduk Sempor. (k24/LUSI)

FOTO BUKIT INDRAKILA KARANGSAMBUNG

KARANGSAMBUNG, Kebumen24.com – Kebumen merupakan Kabupaten yang memiliki banyak keaneka ragaman, salah satunya trdisi budaya yang masih kental melekat dan terus di lestarikan hingga saat ini.
Seperti halnya yang dilakukan warga  masyarkat di Desa Pujotirto kecamatan Karangsambung ini, Ratusan warga berbondong bondong naik ke atas puncak Gunung Indrakila untuk melakukuan kegiatan Ritual yang merupakan tradisi dari turun temurun. Mereka  meyakini dulunya tempat ini adalah tempat petilasan Raden Janoko yang sering dijadikan tempat bermunajat kepada sang pencipta.
Dalam proses ritual itu, mereka membawa tumpeng gunungan yang biasa disebutnya dengan kata “BUCENG”. Buseng tersebut berisikan berbagai jenis lauk pauk yang nantinya akan dimakan secara bersama sama setelah proses ritual selesai.
Adapun proses ritual itu sendri dilakukan dengan cara menggelar Doa yang di pimpin oleh sesepuh Desa setempat.
Kepala desa Pujotirto Giriyanto mengatakan, kegiatan megunungan yang digelar ini selalu rutin setiap menjelang datang musim panen jenitri. Selain bertujuan untuk memohon perlindungan dan keberkahan hidup. Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk nguri nguri budaya warisan leluhur. Telrbih, tempat ini nantinya kan dijadikan sebagai tempat wisata alam dan wisata Religi.

  “Dulu sebelum menjadi petani jenitri masyarkat desa menggelarnya setiap menjaleng masa tanam padi. Tapi semenjak berlaih ke jeniri kita gelar menjelang musim panen atau setelah pohon jenitri mulai berbunga,”ungkapnya.

Terkait dengan isi Tumpeng Giriyanto juga menjelaskan, bahwa isi tumpeng yang bermacam macam itu memiliki beberapa makna dan filosofi yang positi. Seperti Buceng dimaknai dengan nyebuto sing kenceng istilah bahasa indonesia selalu inget kepada tuhan, dan ingkung ayam dengan kepala menudnduk memiliki arti berdoa harus khusyuk dan yakin.

“Sebenranya itu Cuma sebagai simbol, pada intinya kita tetap memohon kepada Alloh melalui keyakinan hati kita,”pungkasnya.

Sementara itu, menurut Gato Imam Abadi selaku Ketua Pokdarwis setempat mengatakan, Pegunungan Indrakila ini merupakan tempat yang layak untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata alam dan religi. Terlebih, lokasinya merupakan bagian dari Kawasan Geopark Karangsambung.

”Menurut saya wisata alam dengan tradisi yang sudah kenatl disin sangat layak untuk dikembangkan menjadi sebuah sebuah wisata. Apalagi di sini masih Geopark tentu akan maju dan berkembang,”újarnya.


Untuk itu ia berharap, adanya kegiatan ini bisa menjadi bagian dari mempromosikan potensi Desa dan wisata yang ada di Pujotirto, yang muaranya  dapat mensejahterakan perekonomian masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Forkopimcam Karngsambung, Ketua pengembangan Geopark Ir. Djumaidi, serta ratusan siswa dari MAN 1 Kebumen. (K24/T)

KARANGSAMBUNG, Kebumen24.com – Dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon yang jatuh pada setiap tanggal 10 januari, Ratusan Siswa Siswi MAN 1 Kebumen mengukuti kegiatan menanam Seribu Pohon di lereng gunung Indrakila Karangsambung.
Kegiatan yang di selenggarakan MAN 1 itu bekerjasama dengan BPBD kebumen, IKAMANSA, Mahasiswa KKN dari IAINU kebumen dan warga masyarakat, Jumat 10 Januari 2020, di desa Pujotirto Kecamatan Karangsambung Kebumen, Jawa Tengah.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Forkopimcam Karangsambung dan Pemerintah Desa setempat.
Koordinator tim adiwiyata MAN 1 Kebumen Elly Samodrati yang sekaligus sebagai pendamping siswa menjelaskan, kegiatan tanam pohon ini bertujuan sebagai bentuk siswa siswi dari MAN 1 Kebumen peduli terhadap lingkungan.

“Melalui Program adiwiyata Siswa Siswi MAN Satu kebumen kita ajak mereka agar peduli terhadap lingkunganya. Salah satunya dengan kegiatan tanam pohon ini,”ucapnya.

Lebih lanjut Elly menjelaskan, bahwa MAN satu Kebumen merupakan sekolah yang telah di tetapkan menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Propinsi dengan harapan kedepan bisa di menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional. Adapun di pilihnya Desa ini menjadi lokasi kegiatan tanam pohon, karna merupakan daerah yang rawan kekeringan dan longsor.

“Kita pilih desa Pujotirto karna arahan dari BPBD kebumen katanya disini rawan kekeringan dan juga rawan longsor jika musim penghujan,”katanya.

Melalui kegiatan ini pihaknya berharap dapat mengurangi dampak dari bencana tanah longsor dan kekeringan bisa teratasi. Terlebih yang di tanam pada kegiatan ini adalah pohon jenis Trembesi yang sifatnya bisa menyimpan air.

 ’dengan penanaman pohon ini, Semoga bermamfaat bagi masyarkat,”pungkasnya.

Sementara itu, Apri Avana, Salah satu siswa MAN 1 Kebumen mengatakan, dengan mmengikuti kegiatan ini selain mendapatkan wawasan baru, menurutnya tanam pohon ini juga dapat melestarikan lingkungan. Terlebih lokasi ini juga akan di kembangkan menjadi tempat wisata Alam nantinya.

 “Dengan menjaga kelestraian alam kedepan pengembangan wisata men di gunung Indrakila bisa terwujud. Terlebih disini tempatnya bagus dan masih sangat asri,” ujarnya. (K24/IMAM)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Polres Kebumen melaunching tim patroli reaksi cepat Korps Polwan Polres Kebumen. Tim yang beranggotakan para Polwan Polres ini nantinya akan melakukan Patroli menggunakan sepeda motor ke objek vital, objek wisata serta ke pemukiman warga.
Launching Tim tersebut di resmikan oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan usai menggelar Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di halaman Mapolres, Jumat 10 Januari 2020.
Dalam kesempatan itu, acara juga di meriahkan dengan aksi para Polwan yang menunjukkan kebolehannya di atas sepeda motor. Bahkan, para polwan juga sempat mempergakan beberapa teknik berkendara seperti zig-zag menghindari rintangan “traffic cone” dan teknik lainya.

“Sekarang, Polwan kemampuannya bisa disejajarkan dengan para polisi laki-laki. Para Polwan ini nantinya akan kita terjunkan juga untuk mengatur lalulintas ketika terjadi bencana alam, sesuai tema apel gelar hari ini,” ungkap AKBP Rudy.

 
Selain tim reaksi cepat tanggap bencana dan tim reaksi cepat Korps Polwan, Polres Kebumen juga mengenalkan tim reaksi cepat kriminalitas saat bencana melanda.
Tim yang diawaki oleh Unit Resmob Sat Reskrim Polres Kebumen itu, akan memastikan tidak ada penjarahan saat bencana alam melanda. Tim akan mobiling, memastikan tidak ada pelaku kejahatan saat warga terkena musibah bencana alam. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Kebumen beberapa minggu terakhir ini cukup tinggi. Beberapa wilayah di Kebumen dilaporkan mengalami longsor meski masih terbilang ringan.
Mengantisipasi kemungkinan terburuk dampak cuaca akhir-akhir ini, Polres Kebumen menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam tahun 2020, Jumat (10/01/2020).
Apel yang diikuti, personel Polres Kebumen, Kodim 0709, Satpol PP, Gabungan SAR Kebumen, Tagana, Satkom mitra Polri, Menwa, BPBD, gambungan Pemuda Pancasila, PMI, Banser, serta organisasi relawan tanggao bencana, merupakan bentuk kesiapan Kabupaten Kebumen menghadapi kemungkinan terburuk saat musim hujan (bencana alam).
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat memimpin jalannya apel bersama Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara berharap ini hanya bentuk kesiapan saja, tidak ada bencana di Kebumen.

“Semoga di Kebumen tetap aman tidak ada bencana alam. Namun dengan apel kesiapsiagaan ini, jika nantinya terjadi bencana alam pasukan siap digeser bekerja dengan pemerintah daerah melakukan evakuasi,” jelas AKBP Rudy.

Personil yang terlibat dalam siaga bencana diharapkan mampu melakasankan tugas dengan baik sesuai SOP masing-masing serta mengutamakan faktor keamanan baik personil dan materil.
Bupati Kebumen Kh Yazid, menyambut baik Apel Kesiapsiagaan itu. Ia mengungkapkan Kabupaten Kebumen memiliki 11 kecamatan rawan bencana. Kepada Kapolsek, Danramil, serta Camat di 11 Kecamatan Bupati berharap untuk diantisipasi bersama.

“Bencana bisa datang kepada kita semua tanpa diperkirakan sebelumnya. Kepada seluruh warga masyarkat Kebumen untuk diantisipasi bersama,” ungkap Bupati.
 

Dalam apel kesiapsiagaan, seluruh peralatan tanggap bencana mulai dari prahu karet, pelampung, mesin potong, hingga peralatan evakuasi ditampilkan dalam kesempatan itu.
Kendaraan rescue milik BPBD, mobil patroli Polres Kebumen hingga motor trail juga terlihat dibariskan rapih pada apel itu. Selanjutnya BPBD Kebumen bersama K9 Sat Samapta Polres Kebumen menerjunkan anjing pelacak spesialis pencari korban bencana.
Sat Samapta Polres Kebumen dalam kesempatan itu memperagakan tim reaksi cepat tanggap bencana dihadapan tamu undangan. Peragaan yang dipimpin Kasat Samapta AKP Rudjito, memperagakan Polres Kebumen mendatangi TPK pohon tumbang yang menimpa rumah.
Dengan cekatan personel Sat Samapta memotong pohon yang menimpa rumah dan mengevakuasi korban membawanya ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. (K24/THR)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.