KEBUMEN, Kebumen24.com – Kabupaten Kebumen memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital dengan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 169.756 unit. Potensi tersebut menjadi peluang untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pengembangan ekonomi kreatif di Kebumen turut didukung melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya memperkuat potensi usaha dan talenta yang telah tumbuh di daerah, dibandingkan membangun ekosistem baru dari awal.
“Kami minta agar tidak perlu membangun baru, tetapi perkuat yang sudah ada. Karena kita tahu banyak talenta luar biasa, brand, dan produk industri kreatif dari berbagai desa, dan itu yang kita perkuat,” ujarnya.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui aktivasi Desa Kreatif Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang mendapatkan pelatihan bisnis digital, pemasaran afiliasi (affiliate marketing), dan pemasaran digital untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang pasar berbasis teknologi.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan lima direktorat Kementerian Ekonomi Kreatif, yang mencakup pengembangan konten, talenta teknologi informasi, literasi bisnis, pembiayaan, serta seni pertunjukan.
Langkah digitalisasi ini juga sejalan dengan arah kebijakan Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Pemerintah Kabupaten Kebumen mendorong agar pemanfaatan teknologi tidak hanya berhenti pada adopsi perangkat digital atau transaksi nontunai, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perluasan transaksi dan layanan keuangan digital diharapkan mempermudah akses pasar sekaligus mendorong produk lokal naik kelas dan semakin berdaya saing.
Selain pengembangan UMKM, Kebumen juga memiliki potensi talenta digital melalui keberadaan Kampung Youtuber. Pemerintah turut mendorong peningkatan keterampilan generasi muda melalui pelatihan kreator konten yang diikuti 40 peserta serta pelatihan pembuatan konten menggunakan ponsel oleh Balai Latihan Kerja (BLK) dengan 16 peserta.
Potensi ekonomi digital tersebut juga didukung sektor pariwisata. Sepanjang 2025, Kebumen mencatat sebanyak 3.884.348 kunjungan wisata dengan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata mencapai Rp5,57 miliar. Jumlah kunjungan tersebut menjadi peluang pasar bagi produk kreatif, kuliner, dan berbagai jasa lokal apabila dapat terhubung dengan pelaku usaha di desa.
Dengan besarnya potensi tersebut, tantangan ke depan adalah memastikan berbagai pelatihan dan program digitalisasi tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga mampu menghasilkan dampak ekonomi secara langsung. Mulai dari peningkatan penjualan, pertumbuhan pendapatan, hingga terbukanya kesempatan kerja baru bagi masyarakat.
Penguatan ekosistem ekonomi digital diharapkan dapat menjadi salah satu jalan bagi UMKM Kebumen untuk memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, dan bersaing di pasar yang lebih luas. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














