Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Calon Guru, IAINU Kebumen dan UNNES Diseminasikan Model Pembelajaran Inovatif

×

Tingkatkan Kualitas Calon Guru, IAINU Kebumen dan UNNES Diseminasikan Model Pembelajaran Inovatif

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kolaborasi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen dan Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus mendorong inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas calon guru. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah Model ESTEMIADI, pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan penalaran ilmiah, literasi berkelanjutan, dan kearifan lokal.

Upaya tersebut dibahas dalam Mini Seminar dan Diseminasi Hasil Penelitian Disertasi yang digelar di IAINU Kebumen, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi hasil penelitian sekaligus memperkuat kolaborasi akademik dalam mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Penelitian pengembangan Model ESTEMIADI dilakukan oleh Dr. Siti Fatimah, S.Pd.Si., M.Pd. dari IAINU Kebumen bersama tim peneliti UNNES, yakni Prof. Dr. Sarwi, M.Si., Dr. Suharto Linuwih, M.Si., dan Dr. Novi Ratna Dewi, S.Si., M.Pd.

Model ESTEMIADI dirancang untuk meningkatkan kemampuan penalaran ilmiah dan literasi berkelanjutan calon guru melalui pembelajaran investigatif dan kontekstual. Pendekatan ini mendorong calon guru untuk tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, menganalisis persoalan, serta menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, model ini telah diimplementasikan di lima perguruan tinggi di Jawa Tengah dan menunjukkan potensi dalam meningkatkan penalaran ilmiah serta literasi berkelanjutan calon guru.

Integrasi kearifan lokal juga menjadi bagian penting dalam model pembelajaran tersebut. Melalui pendekatan ini, proses pendidikan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, keberlanjutan, dan nilai-nilai budaya masyarakat.

Selain diseminasi hasil penelitian, kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen, Dr. Agus Sunaryo, M.Pd., yang menyampaikan materi tentang pentingnya pelestarian permainan tradisional di tengah perkembangan era digital.

Permainan tradisional dinilai memiliki nilai edukatif yang dapat dimanfaatkan dalam pembentukan karakter generasi muda. Melalui aktivitas bermain, peserta didik dapat belajar bekerja sama, mengembangkan kreativitas, membangun kepedulian terhadap sesama, serta mengenal budaya di lingkungan mereka.

Dalam perspektif pendidikan, permainan tradisional tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendekatkan peserta didik dengan nilai-nilai sosial dan budaya.

Pesan utama yang mengemuka dalam pembahasan tersebut adalah bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan upaya menjaga warisan budaya. Kearifan lokal dapat menjadi sumber belajar yang relevan untuk menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna.

Sementara itu, Rektor IAINU Kebumen yang diwakili Wakil Rektor II, Dr. Imam Subarkah, M.Pd., menekankan pentingnya publikasi dan diseminasi hasil penelitian sebagai bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan mutu pendidikan.

Menurutnya, hasil penelitian perlu disebarluaskan agar dapat diketahui, dikaji, dan dimanfaatkan oleh kalangan akademisi maupun praktisi pendidikan.

“Penelitian tidak seharusnya berhenti pada penyusunan karya ilmiah. Hasilnya perlu disebarluaskan agar dapat dikaji dan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pembelajaran serta peningkatan mutu pendidikan,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi ant perguruan tinggi dalam mendorong penelitian, inovasi pembelajaran, dan pelestarian kearifan lokal. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan hasil riset sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan.

Diseminasi ini menjadi momentum untuk mendorong pengembangan model pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya masyarakat.

Melalui kolaborasi IAINU Kebumen dan UNNES, pengembangan pembelajaran berbasis penelitian diharapkan dapat mempersiapkan calon guru yang memiliki kemampuan penalaran ilmiah, literasi berkelanjutan, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan lingkungan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.