PemerintahanPendidikan

Dorong Pemuda Jadi Pengusaha, Disdikpora Kebumen Gelar Pelatihan dan Beri Bantuan Modal

×

Dorong Pemuda Jadi Pengusaha, Disdikpora Kebumen Gelar Pelatihan dan Beri Bantuan Modal

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mendorong lahirnya wirausahawan muda melalui program pemberdayaan yang tidak hanya mengandalkan pelatihan teori, tetapi juga pendampingan langsung dari pelaku usaha berpengalaman. Melalui program Muda Berdaya, pemuda didorong untuk berani merintis bisnis, mengembangkan keterampilan, hingga menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

Program bertajuk Muda Berdaya: Transformasi Pemberdayaan Pemuda Menjadi Wirausahawan dengan Experiential Learning Berbasis Mentoring (ELBM) tersebut digelar di Mexolie Hotel Kebumen, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen dalam memperkuat kemandirian ekonomi generasi muda sekaligus mendukung penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

Kepala Disdikpora Kabupaten Kebumen, Dr. Agus Sunaryo, mengatakan pemberdayaan pemuda perlu mendapat perhatian lebih besar agar generasi muda tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha.

Menurutnya, berbagai program di bidang pendidikan dan olahraga yang selama ini dijalankan perlu diimbangi dengan upaya konkret untuk meningkatkan kapasitas pemuda di sektor ekonomi.

“Pemberdayaan pemuda harus menjadi perhatian utama. Kita perlu bersama-sama mencari solusi untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Salah satunya dengan mendorong anak-anak muda agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Agus menjelaskan, keunggulan program Muda Berdaya terletak pada metode Experiential Learning Berbasis Mentoring (ELBM). Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan di ruang pelatihan, tetapi juga berkesempatan mempelajari praktik bisnis secara langsung bersama mentor yang telah berpengalaman menjalankan usaha.

Peserta akan dikenalkan pada berbagai aspek pengelolaan usaha, mulai dari proses produksi atau pelayanan, pemasaran, hingga cara menghadapi persoalan yang muncul dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

Dengan metode tersebut, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih realistis mengenai dunia usaha dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk memulai bisnis.

“Perbedaannya, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga didampingi mentor yang benar-benar menjalankan usaha. Harapannya, mereka berani memulai dan langsung mengeksekusi rencana usahanya, bukan sekadar memiliki angan-angan,” jelasnya.

Program ini menyasar pemuda berusia 18 hingga 30 tahun. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui Google Form, dengan kuota awal sebanyak 60 peserta.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan melalui proses seleksi berdasarkan sejumlah aspek, termasuk perencanaan usaha, proposal yang diajukan, serta jenis bisnis yang ingin dikembangkan. Dari proses tersebut, sebanyak 20 peserta akan dipilih untuk mengikuti program percontohan atau pilot project.

Dua puluh peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan dan kesempatan pemagangan bersama empat mentor yang mewakili klaster usaha kuliner, ekonomi kreatif, jasa, serta penjualan daring atau online.

Setiap mentor akan membimbing lima peserta. Skema ini dirancang agar pendampingan dapat berlangsung lebih terarah dan peserta memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana sebuah usaha dijalankan.

Selama proses pendampingan, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi peluang pasar, memahami kebutuhan konsumen, menyusun strategi pemasaran, serta mengatasi kendala yang mungkin muncul ketika merintis bisnis.

Pada akhir pendampingan, peserta akan diminta menyusun rencana usaha sederhana yang realistis, sesuai kemampuan, dan memiliki peluang untuk dikembangkan.

Tidak berhenti pada pelatihan dan pendampingan, Disdikpora Kebumen juga mengupayakan dukungan modal awal sebesar Rp2 juta bagi setiap peserta terpilih. Bantuan tersebut direncanakan bersumber dari dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan di Kebumen maupun pihak lainnya.

Dukungan permodalan ini diharapkan dapat membantu peserta merealisasikan rencana bisnis yang telah disusun sekaligus menjadi sarana belajar mengelola keuangan dan menjalankan usaha secara bertanggung jawab.

Disdikpora juga merencanakan evaluasi terhadap perkembangan usaha peserta. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, enam peserta dengan kinerja terbaik berpeluang mendapatkan tambahan modal secara bertingkat.

Untuk peringkat pertama disiapkan bantuan Rp4 juta, peringkat kedua Rp3 juta, peringkat ketiga Rp2,5 juta, dan peringkat keempat Rp2 juta. Sementara itu, besaran bantuan bagi peringkat kelima dan keenam akan mengikuti ketentuan program.

Selain permodalan, peserta juga akan difasilitasi untuk mengurus legalitas dan perizinan usaha melalui instansi terkait. Langkah ini diharapkan membantu usaha yang dirintis memiliki dasar hukum yang jelas sehingga lebih siap untuk berkembang.

Agus menegaskan, keberhasilan program Muda Berdaya tidak semata-mata diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu membangun keberanian, pola pikir kewirausahaan, dan keterampilan pemuda agar dapat mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Menurutnya, kewirausahaan dapat menjadi salah satu alternatif di tengah terbatasnya kesempatan kerja formal. Jika usaha yang dirintis berkembang, pemuda tidak hanya memperoleh penghasilan untuk dirinya sendiri, tetapi juga berpeluang membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lain.

Ke depan, Disdikpora berharap Muda Berdaya dapat menjadi proyek percontohan yang dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Kebumen apabila pelaksanaannya menunjukkan hasil yang positif.

Keterlibatan karang taruna di tingkat desa juga menjadi salah satu peluang untuk memperluas jangkauan pemberdayaan pemuda agar manfaat program dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Agus memberikan gambaran, jika setiap desa mampu membina 10 wirausahawan muda, maka dari 460 desa di Kabupaten Kebumen berpotensi lahir sekitar 4.600 wirausahawan muda.

Jumlah tersebut merupakan gambaran potensi apabila program serupa dapat direplikasi secara luas, bukan jumlah wirausahawan yang telah terbentuk saat ini.(K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.