KecelakaanPOLRES kebumen

Sepasang Suami Istri Tewas Tertabrak Kereta Api di Kutowinangun Kebumen

×

Sepasang Suami Istri Tewas Tertabrak Kereta Api di Kutowinangun Kebumen

Sebarkan artikel ini

KUTOWINANGUN, Kebumen24.com — Sepasang suami istri ditemukan meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Singasari di jalur rel wilayah Dukuh Krajan, Desa Mrinen, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

Kedua korban diketahui berinisial SA (59) dan EN (57). Keduanya merupakan warga Desa Padureso, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, yang tinggal di Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.55 WIB. Berdasarkan informasi awal, KA 149 Singasari relasi Blitar–Pasar Senen melintas di kilometer 462+6/7, pada petak jalan antara Stasiun Kutowinangun dan Stasiun Prembun.

Saat itu, masinis telah membunyikan semboyan 35 atau tanda peringatan berupa suling lokomotif. Namun, kedua orang yang berada di jalur rel tidak menepi hingga tabrakan tidak dapat dihindari.

“Karena jarak kereta sudah dekat, tabrakan tidak dapat dihindari,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Rachmad, Minggu, 18 Oktober 2026.

Informasi kejadian diterima penjaga perlintasan kereta api, Muhadik, dari pusat pengendalian perjalanan kereta api. Ia kemudian menghubungi Kepala Desa Mrinen, Suryahadi, yang meneruskan laporan tersebut ke Polsek Kutowinangun sekitar pukul 23.23 WIB.

Polisi bersama tim Inafis dan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi kedua korban. Kondisi korban saat ditemukan membuat identifikasi secara langsung sulit dilakukan.

Tim Inafis selanjutnya menggunakan perangkat identifikasi Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (Mambis). Hasil pemeriksaan memastikan identitas kedua korban sebagai SA dan EN.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sepeda motor Yamaha Mio Gear berwarna biru putih yang diduga digunakan korban. Sepeda motor tersebut terparkir sekitar 15 meter dari jalur kereta api dan tidak menunjukkan tanda kerusakan.

Selain itu, polisi menemukan sejumlah barang di sekitar rel, antara lain lima buah kunci, sebungkus rokok, korek api, sepasang sepatu, serta pakaian milik korban.

Posisi sepeda motor yang cukup jauh dari rel dan kondisinya yang tidak mengalami kerusakan menjadi bagian dari temuan yang didalami penyidik. Meski demikian, temuan tersebut belum cukup untuk memastikan motif maupun penyebab kedua korban berada di jalur kereta api.

“Namun, temuan tersebut belum cukup untuk memastikan motif maupun penyebab kedua korban berada di jalur kereta api,” imbuhnya.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memakamkan kedua korban.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kejadian yang merenggut nyawa pasangan suami istri itu. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.