KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen memfasilitasi pemulangan Tino, warga Kebumen yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Proses pemulangan dilakukan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Tenaga Kerja, serta Kementerian Luar Negeri.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, tiket kepulangan Tino telah disiapkan untuk penerbangan pada 20 September 2026. Saat ini, proses pemulangan masih menunggu penyelesaian administrasi.
“Tiket sudah kami belikan untuk kepulangan tanggal 20 September. Saat ini masih menunggu proses administrasi. Kami bantu Mas Tino sampai pulang ke Kebumen,” ujar Bupati Lilis saat mengunjungi rumah keluarga Tino di Jatisari, Kebumen, Rabu (16/9/2026).
Selama berada di Kamboja, Tino bekerja sebagai operator server judi online. Dalam proses pekerjaannya, ia juga sempat mengalami kekerasan.
Bupati Lilis mengatakan, kasus tersebut menjadi perhatian Pemkab Kebumen. Peristiwa itu sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama yang menjanjikan gaji tinggi secara tidak wajar.
Masyarakat diminta memastikan legalitas setiap tawaran pekerjaan melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kebumen sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko warga menjadi korban TPPO maupun persoalan ketenagakerjaan lainnya.
Pemkab Kebumen bersama instansi terkait akan terus mendampingi proses pemulangan Tino hingga kembali ke Kebumen. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri tanpa terlebih dahulu memastikan perusahaan, agen, serta prosedur penempatannya resmi. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















