Pendidikan

Belajar Sejarah di Luar Kelas, Siswa SMK Bina Nusantara Kebumen Kunjungi GKJ

×

Belajar Sejarah di Luar Kelas, Siswa SMK Bina Nusantara Kebumen Kunjungi GKJ

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Pembelajaran sejarah tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal itu diterapkan SMK Bina Nusantara Kebumen melalui kegiatan pembelajaran di luar kelas dengan mengunjungi Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kebumen di Jalan Pemuda Nomor 140A, Kebumen.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat sejarah lokal sekaligus melihat langsung salah satu kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya di Kabupaten Kebumen.

Guru mata pelajaran Sejarah sekaligus pendamping kegiatan, KRAP. Arif Priyantoro, S.Sos., mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memperluas wawasan siswa mengenai sejarah lokal serta memperkenalkan keberadaan cagar budaya dan peninggalan bersejarah yang ada di Kebumen.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan materi sejarah dari buku, tetapi juga dapat melihat dan memahami secara langsung berbagai peninggalan sejarah yang ada di lingkungan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pembelajaran di luar kelas juga menjadi bagian dari upaya menerapkan semangat Kurikulum Merdeka. Lebih dari itu, kunjungan tersebut diharapkan dapat menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan kepada generasi muda.

Terlebih, sejarah GKJ Kebumen menyimpan kisah tentang semangat perjuangan dan persaudaraan lintas agama, suku, serta ras pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kedatangan rombongan siswa SMK Bina Nusantara Kebumen disambut baik oleh jajaran Majelis GKJ Kebumen. Dalam kesempatan tersebut, pihak GKJ diwakili Sri Maryati, Hargo Yohanes, dan Sukro Tusmawati.

Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah GKJ Kebumen, termasuk keberadaan Tugu Pena yang berada di kompleks gereja tersebut.

Tidak hanya mengenal sejarah bangunan dan lingkungan GKJ, siswa juga diperkenalkan pada sebuah kisah heroik yang belum banyak diketahui masyarakat. Kisah tersebut berkaitan dengan pengorbanan putra seorang pendeta GKJ dalam upaya melindungi Tentara Pelajar yang kala itu bermarkas di kompleks GKJ.

Peristiwa tersebut terjadi dalam suasana perjuangan menghadapi Agresi Militer Belanda II. Di tengah situasi yang penuh ancaman, semangat kebersamaan dan kepedulian tetap tumbuh tanpa mempersoalkan perbedaan agama, suku, maupun ras.

Kisah itu menjadi bagian penting dari pembelajaran yang diperoleh para siswa. Sejarah tidak hanya berbicara mengenai tanggal dan nama tokoh, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan, keberanian, solidaritas, dan persatuan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui kunjungan tersebut, SMK Bina Nusantara Kebumen berharap siswa semakin mengenal sejarah daerahnya sekaligus memahami bahwa keberagaman bukan penghalang untuk membangun kebersamaan.

Nilai toleransi dan semangat persatuan yang tercermin dari sejarah perjuangan di GKJ Kebumen pun dinilai relevan untuk terus ditanamkan kepada generasi muda di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.