KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 1.200 mahasiswa baru Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen resmi memulai langkah baru di dunia perguruan tinggi. Mereka mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen H. Zaeni Miftah, yang ditandai dengan pemukulan gong, di halaman Kampus UMNU Kebumen, Minggu (6/9/2026).
Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan orientasi bagi mahasiswa baru sebelum memasuki aktivitas perkuliahan secara rutin. Kegiatan PKKMB dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Selama kegiatan, para mahasiswa baru bakal mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari pengenalan lingkungan kampus, sistem akademik, budaya belajar, organisasi kemahasiswaan, hingga wawasan pengembangan diri dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan akademik di UMNU Kebumen.
Rektor UMNU Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I., mengatakan PKKMB merupakan tahapan penting bagi mahasiswa baru sebelum memulai proses perkuliahan.
“Alhamdulillah, PKKMB tahun ini diikuti sekitar 1.200 mahasiswa baru. Mereka akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang sudah kami siapkan selama tiga hari penuh,” kata Imam Satibi.
Menurutnya, jumlah mahasiswa baru tersebut menjadi kabar positif bagi perkembangan UMNU Kebumen. Tingginya animo tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Kebumen.
“Ini menjadi wujud nyata bahwa UMNU Kebumen diterima dan didukung masyarakat. Animo masyarakat untuk kuliah di UMNU Kebumen juga semakin tinggi,” ujarnya.
Menariknya, 1.200 mahasiswa baru tersebut tidak seluruhnya berasal dari Kabupaten Kebumen. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, antara lain Banjarnegara, Purbalingga dan Pemalang. Bahkan, terdapat pula mahasiswa yang berasal dari luar Pulau Jawa.
Satibi menyebut perkembangan teknologi informasi turut membuka peluang bagi UMNU Kebumen untuk memperluas akses pendidikan kepada masyarakat dari berbagai daerah. Salah satunya melalui penerapan pembelajaran hybrid yang memadukan perkuliahan tatap muka dengan pembelajaran daring.
“Mahasiswa baru kami berasal dari berbagai latar belakang daerah. Ada yang dari Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Pemalang, bahkan ada yang berasal dari luar Jawa,” jelasnya.
Meski demikian, mayoritas mahasiswa UMNU Kebumen masih mengikuti proses pembelajaran secara luring atau tatap muka.
Menurut Satibi, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa UMNU Kebumen semakin dikenal dan dipercaya masyarakat. Kepercayaan tersebut tidak hanya datang dari masyarakat Kebumen, tetapi juga dari calon mahasiswa di sejumlah daerah lain.
“Ini menjadi bukti bahwa meskipun UMNU Kebumen berada di daerah, ternyata dikenal hingga daerah-daerah yang jauh. Mereka percaya UMNU Kebumen bisa menjadi tumpuan masa depan,” ungkapnya.
Satibi menegaskan, PKKMB tidak boleh dipandang sebatas kegiatan penyambutan mahasiswa baru atau agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal sekaligus memahami kehidupan akademik dan sosial di lingkungan perguruan tinggi.
Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa baru mendapatkan materi mengenai wawasan akademik, motivasi, kehidupan kampus, pengembangan diri, hingga pengenalan berbagai fasilitas dan aktivitas kemahasiswaan.
“Prinsipnya, PKKMB memberikan landasan sebelum mahasiswa mengikuti perkuliahan secara rutin. Mereka perlu mendapatkan orientasi wawasan, pengetahuan dan motivasi agar ketika memasuki kegiatan akademik sudah siap dan mampu beradaptasi,” terangnya.
Pembekalan tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mulai memahami tanggung jawab dan tuntutan akademik yang akan dihadapi selama menempuh pendidikan tinggi.
Mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, beradaptasi dengan lingkungan baru, sekaligus menentukan arah pengembangan diri selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Lebih jauh, Satibi mengatakan UMNU Kebumen memiliki komitmen untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah. Kampus tersebut ingin melahirkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, keunggulan serta nilai tambah.
Komitmen itu sejalan dengan visi UMNU Kebumen, yakni “Menuju PTNU Jasela yang Berdampak, Berkarakter, dan Mendunia.”
“Kami tidak hanya ingin mendapatkan mahasiswa yang biasa-biasa saja atau menghasilkan lulusan yang biasa-biasa saja. Kami berharap memiliki mahasiswa dan lulusan yang unggul, memiliki nilai plus dan nilai lebih,” tegasnya.
Menurut Satibi, lokasi UMNU Kebumen di daerah bukan alasan bagi mahasiswa untuk memiliki wawasan yang terbatas. Justru perkembangan teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana memperluas pengetahuan, membangun jejaring dan mengikuti perkembangan nasional maupun internasional.
“Walaupun kita berada di daerah, kita harus memiliki wawasan global. Harapannya, lulusan UMNU Kebumen nantinya tidak hanya berkiprah secara nasional, tetapi juga mampu menembus dunia internasional,” katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa baru menggunakan teknologi secara bijak dan produktif. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri.
“Dunia sekarang semakin mudah diakses melalui teknologi dan media sosial. Harapannya, mahasiswa baru dapat mengikuti perkembangan zaman, beradaptasi, dan pada akhirnya mampu memberikan manfaat sesuai dengan zamannya,” pungkas Imam.
Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen H. Zaeni Miftah menyambut baik pelaksanaan PKKMB UMNU Kebumen Tahun Akademik 2026/2027.
Ia berharap PKKMB tidak berhenti pada pengenalan lingkungan kampus, tetapi menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk membangun karakter, meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Zaeni juga mendorong mahasiswa baru menjalani proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga perlu aktif mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, membangun jejaring dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Mahasiswa merupakan bagian penting dari generasi penerus yang kelak diharapkan mampu mengambil peran di berbagai bidang serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Wabup.
Ketua PKKMB UMNU Kebumen, Fahmi Fachri, M.Kom., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan untuk memberikan pengalaman awal yang positif sekaligus membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi.
Menurutnya, PKKMB tidak hanya berisi pengenalan lingkungan dan aturan kampus. Mahasiswa juga didorong untuk membangun komunikasi, mengenal aktivitas kemahasiswaan, memahami budaya akademik serta menyadari posisi mereka sebagai bagian dari sivitas akademika UMNU Kebumen.
“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak sekadar mengenal kampus secara fisik, tetapi juga memahami budaya akademik dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan di UMNU Kebumen,” harapnya.
Seperti diketahui, saat ini, UMNU Kebumen memiliki 10 program studi, terdiri atas sembilan program studi jenjang sarjana (S1) dan satu program studi jenjang magister (S2).
Kesepuluh program studi tersebut meliputi:
- S1 Teknik Informatika
- S1 Teknik Sipil
- S1 Agroteknologi
- S1 Peternakan
- S1 Pendidikan Olahraga
- S1 Pendidikan Bahasa Inggris
- S1 Pendidikan Bahasa Indonesia
- S1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
- S1 Manajemen Haji dan Umrah
- S2 Pendidikan Umum dan Karakter.(K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















