GOMBONG Kebumen24.com, – Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan upacara bendera di lapangan SMK Ma’arif 5 Gombong, Senin (3/8/2026). Ratusan siswa bersama jajaran dewan guru mengikuti rangkaian upacara yang dimulai sebelum pukul 07.00 WIB dengan tertib, disiplin, dan penuh semangat hingga selesai.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Trio Agustin, S.Pd., mengawali amanatnya dengan memberikan apresiasi kepada para petugas upacara dari kelas XI MPLB 1 yang dinilai telah menjalankan tugas secara maksimal dan penuh tanggung jawab.
Dalam amanatnya, Trio menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter pelajar sekaligus menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja. Menurutnya, kebiasaan disiplin harus dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
“Kedisiplinan dimulai dari hal-hal sederhana, seperti datang ke sekolah sebelum pukul 07.00 WIB serta mengenakan seragam yang rapi, bersih, dan sesuai ketentuan sekolah, mulai dari peci, sabuk hingga kaos kaki,” ujarnya di hadapan seluruh peserta upacara.
Tak hanya menyoroti disiplin waktu dan penampilan, ia juga mengajak seluruh warga sekolah membiasakan penerapan budaya kerja industri 5S, yaitu Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin) sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, budaya 5S tidak hanya diterapkan saat praktik di bengkel atau laboratorium, tetapi juga harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Ketika melihat sampah berserakan, kita harus memiliki kepedulian untuk segera mengambil dan membuangnya ke tempat sampah. Kebersihan merupakan bagian dari budaya kerja yang harus terus dibangun dan dibiasakan,” jelasnya.
Untuk membangkitkan semangat belajar dan keberanian menghadapi tantangan, Trio turut mengutip pesan inspiratif dari Perdana Menteri perempuan pertama Pakistan, Benazir Bhutto, tentang filosofi sebuah kapal.
“Saat paling indah dari sebuah kapal adalah ketika ditambatkan di dermaga karena tampak cantik bermandikan cahaya. Namun kapal tidak diciptakan untuk terus berada di dermaga. Kapal dibuat untuk menghadapi gelombang dan membelah lautan,” kutipnya.
Melalui filosofi tersebut, ia mengajak seluruh siswa agar tidak takut keluar dari zona nyaman serta berani mengembangkan potensi diri demi memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah maupun masa depan mereka.
“Sebagai pelajar, yang terpenting adalah bagaimana kita berani keluar dari zona nyaman dan memberikan sumbangsih terbaik bagi sekolah melalui kemampuan serta potensi yang kita miliki,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Trio Agustin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta upacara yang telah mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Ia berharap nilai-nilai disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, serta budaya kerja industri dapat terus diterapkan dalam aktivitas belajar sehari-hari sehingga mampu mencetak lulusan yang berkarakter, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















