Pendidikan

Pahami! Ini Perbedaan Media Siber dan Media Sosial agar Tak Mudah Terjebak Hoaks

54
×

Pahami! Ini Perbedaan Media Siber dan Media Sosial agar Tak Mudah Terjebak Hoaks

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com– Di tengah derasnya arus informasi pada era digital, masyarakat diingatkan agar mampu membedakan antara media siber (media online) dan media sosial (medsos). Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks sekaligus meningkatkan kecerdasan publik dalam menyaring informasi yang beredar di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Media Siber dan Multimedia Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara), Austin Tumengkol, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Siber dan Fungsi Kehumasan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2024 yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungbalai di Hotel Grand Singgie, Tanjungbalai.

Dalam paparannya, Austin menegaskan bahwa media siber tidak dapat disamakan dengan media sosial karena keduanya memiliki karakteristik, fungsi, dan mekanisme yang berbeda.

Menurutnya, produk utama media siber adalah berita yang disusun berdasarkan kaidah jurnalistik, melalui proses peliputan, verifikasi, penyuntingan, serta memiliki penanggung jawab yang jelas. Sementara itu, media sosial lebih banyak menghasilkan informasi atau konten yang dapat dibuat dan disebarkan oleh siapa saja tanpa melalui proses verifikasi yang memadai.

“Informasi yang beredar di media sosial sering kali langsung dipercaya dan dikonsumsi masyarakat tanpa terlebih dahulu dilakukan pengecekan terhadap kebenarannya. Padahal, setiap informasi yang beredar masih perlu diuji validitas data serta keakuratan faktanya,” ujar Austin.

Ia menambahkan, dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin selektif dalam menerima informasi. Berita yang diterbitkan media siber memiliki tanggung jawab hukum dan etik karena telah melalui proses verifikasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Selain membahas media siber, Austin juga menjelaskan pentingnya fungsi Public Relations (PR) dalam membangun komunikasi yang efektif antara lembaga dengan masyarakat. Pada sesi akhir, ia memaparkan strategi media relations dan cyber public relations kepada puluhan peserta yang terdiri atas Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) beserta staf Bawaslu Kota Tanjungbalai.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Tanjungbalai, Nazmi Hidayat, menekankan bahwa pengawasan ruang siber menjadi bagian yang sangat penting dalam tahapan kampanye Pilkada. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat media sosial menjadi salah satu sarana utama yang digunakan pasangan calon untuk menyampaikan materi kampanye kepada masyarakat.

Karena itu, Bawaslu membentuk tim khusus yang bertugas memantau aktivitas kampanye di berbagai platform media sosial sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan.

“Pengawasan dilakukan baik terhadap kampanye tatap muka maupun kampanye melalui media sosial. Seluruh hasil pengawasan tersebut harus dituangkan dalam Laporan Hasil Pengawasan (LHP) sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas,” jelas Nazmi.

Ia juga menilai edukasi mengenai pengelolaan informasi digital dan fungsi kehumasan menjadi kebutuhan penting agar pengawasan terhadap konten siber selama tahapan pemilihan dapat berjalan lebih efektif.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, di antaranya Kapolres Tanjungbalai AKBP Yon Edi Winara, Wakil Ketua Komisi Informasi Sumatera Utara Eddy S. Sormin yang membawakan materi mengenai pengelolaan informasi menjadi data, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungbalai yang menyampaikan materi tentang desk pemilihan dan strategi penyampaian informasi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap seluruh jajaran pengawas pemilu semakin memahami pentingnya literasi digital, mampu mengawasi aktivitas kampanye di ruang siber secara optimal, serta ikut mendorong terciptanya ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Sumber: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.