KEBUMEN, Kebumen24.com – Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen menggelar seminar bertajuk “DeepTalk: Al-Qur’an di Era Dopamin Cepat: Ketika Ayat Bersaing dengan Algoritma”, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi ilmiah yang mengangkat fenomena semakin besarnya tantangan umat Islam dalam menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an di tengah derasnya arus informasi dan dominasi media digital.
Seminar menghadirkan dua narasumber, Gus M. Fauhan Fawaqi dan Ning Ro’fah Arifatul K., yang membahas persoalan tersebut dari sudut pandang keislaman sekaligus realitas kehidupan digital masa kini. Keduanya menyoroti bagaimana algoritma media sosial dirancang untuk terus menarik perhatian pengguna melalui berbagai konten yang memberikan kepuasan instan atau instant gratification, sehingga secara perlahan mampu mengalihkan fokus masyarakat dari aktivitas membaca, memahami, hingga mengamalkan Al-Qur’an.
Dalam paparannya, Gus M. Fauhan Fawaqi menjelaskan bahwa tantangan terbesar generasi saat ini bukan lagi terbatasnya akses terhadap Al-Qur’an, melainkan kemampuan untuk memberikan perhatian secara utuh di tengah derasnya distraksi digital.
“Persoalan kita hari ini bukan sulit menemukan Al-Qur’an, tetapi sulit memberikan perhatian penuh karena terus dibanjiri berbagai informasi dan hiburan digital. Kesadaran dalam mengelola penggunaan teknologi menjadi kunci agar Al-Qur’an tetap menjadi pedoman utama kehidupan,” ungkapnya, Rabu 8 Juli 2026.
Sementara itu, Ning Ro’fah Arifatul K. mengajak para peserta untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai media dakwah dan penguatan literasi Al-Qur’an. Menurutnya, media digital tidak semestinya hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat dimaksimalkan sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Islam melalui konten yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat.
“Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperluas syiar Islam. Konten-konten positif yang berlandaskan Al-Qur’an perlu terus diperbanyak agar mampu memberikan pengaruh baik di ruang digital,” jelasnya.
Seminar berlangsung dengan antusias dan diikuti mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAINU Kebumen serta peserta dari berbagai perguruan tinggi lainnya. Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan mengenai tantangan menjaga konsistensi membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah budaya konsumsi konten digital yang serba cepat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa IAT IAINU Kebumen berharap seminar tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga mampu membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an di era digital. Tema yang diangkat menjadi pengingat bahwa di tengah persaingan perhatian dengan algoritma media sosial, nilai-nilai Al-Qur’an harus tetap menjadi sumber utama petunjuk, ketenangan, dan arah kehidupan.
Seminar “DeepTalk” ini juga menjadi bagian dari komitmen mahasiswa IAT IAINU Kebumen dalam menghadirkan diskusi-diskusi ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran akademisi muda dalam menjawab berbagai tantangan keumatan di era digital.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















