KEBUMEN, Kebumen24.com – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM English Club Politeknik Piksi Ganesha Indonesia (PPGI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Workshop Penyemaian Bibit Kopi yang digelar di kediaman Bapak Sumarjo, Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan anggota Kelompok Tani Selosari, Pemerintah Desa Selogiri, tim pelaksana PPK Ormawa UKM English Club PPGI, serta didampingi dosen pembimbing. Workshop tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung penyemaian bibit kopi sebagai bekal bagi masyarakat dalam mengembangkan budidaya kopi di wilayahnya.
Materi disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Karanggayam, Mokhamad Sumedi, S.Tr.P., yang menjelaskan pentingnya tahapan penyemaian hingga pemeliharaan bibit kopi agar mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan tanaman yang produktif.
Menurut Sumedi, proses pemindahan bibit ke polybag harus dilakukan secara hati-hati agar batang tanaman tidak mengalami kerusakan.
“Ketika bibit kopi sudah mulai berdaun dan akan dipindahkan ke polybag, harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai batangnya patah. Kopi juga sebaiknya ditanam di bawah naungan agar bibit tidak rusak akibat terkena air hujan maupun sinar matahari secara langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tanaman kopi memerlukan kesabaran dalam proses perawatannya. Pertumbuhan tanaman umumnya mulai terlihat optimal setelah sekitar lima bulan dengan pemeliharaan yang tepat.
Selain itu, Sumedi mengingatkan pentingnya penggunaan pupuk kandang yang telah matang. Ia menyarankan petani menggunakan pupuk dari kotoran kambing karena dinilai lebih baik dibandingkan kotoran sapi yang masih mengandung kadar gas metana lebih tinggi.
Tidak hanya membahas teknik budidaya, dalam kesempatan tersebut Sumedi juga memberikan edukasi mengenai administrasi pertanian, khususnya bagi petani yang belum memiliki Kartu Tani.
“Bagi petani yang belum memiliki Kartu Tani, dapat melakukan pendataan dengan melengkapi fotokopi SPPT, Kartu Keluarga, dan KTP. Setelah data masuk, petani nantinya dapat mengetahui kuota pupuk bersubsidi yang tersedia,” terangnya.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Ketua Kelompok Tani Selosari, Manarja, turut menyampaikan sejumlah pertanyaan, salah satunya mengenai teknik pemangkasan cabang kopi robusta yang telah berbuah. Pertanyaan tersebut dijawab secara rinci oleh narasumber dengan penjelasan mengenai pentingnya pemangkasan untuk menjaga produktivitas dan kesehatan tanaman.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik yang meliputi penyampaian pembekalan teknis, pembuatan media tanam, penyemaian biji kopi, simulasi perawatan bibit, hingga pelaksanaan pretest dan posttest guna mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Melalui praktik langsung tersebut, para petani tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman yang dapat diterapkan secara mandiri dalam mengembangkan budidaya kopi di Desa Selogiri.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu mengikuti seluruh tahapan penyemaian bibit kopi dengan baik. Warga juga menyatakan komitmennya untuk merawat bibit secara berkelanjutan sebagai upaya mendukung keberhasilan Program PPK Ormawa UKM English Club Politeknik Piksi Ganesha Indonesia sekaligus mendorong pengembangan potensi komoditas kopi di Desa Selogiri.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















