ALIAN, Kebumen24.Com – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Komunitas Sedulur Kebumen melalui program bedah rumah ke-52. Kali ini, bantuan diberikan kepada Taryono, warga RT 02 RW 08 Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, yang selama ini hidup sebatang kara di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak layak huni.
Penyerahan bantuan berlangsung penuh haru pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, Ketua Komunitas Sedulur Kebumen Sugeng, jajaran Forkopimcam Alian, Pemerintah Desa Krakal, para donatur, serta anggota Komunitas Sedulur Kebumen.
Program bedah rumah ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang secara konsisten dilakukan Komunitas Sedulur Kebumen untuk membantu masyarakat kurang mampu agar dapat memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Ketua Komunitas Sedulur Kebumen, Sugeng, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan program kemanusiaan tersebut. Menurutnya, bedah rumah bukan sekadar membangun tempat tinggal, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu masyarakat Kebumen untuk mewujudkan rumah layak huni. Bantuan ini merupakan bentuk semangat kepedulian dan gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sugeng.
Ia menjelaskan, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp37 juta, terdiri atas Rp25 juta untuk pembangunan rumah dan Rp12 juta untuk pengadaan perabotan rumah tangga. Bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik sekaligus menjadi penyemangat bagi penerima untuk menjalani hari-hari ke depan.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi penerima untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Sugeng menuturkan, keberhasilan program bedah rumah yang kini telah mencapai edisi ke-52 tidak terlepas dari dukungan para dermawan dan masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Semangat gotong royong, menurutnya, menjadi modal utama untuk terus menghadirkan manfaat bagi warga kurang mampu di berbagai wilayah Kabupaten Kebumen.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani turut meninjau langsung kondisi rumah Taryono yang sebelumnya berdinding anyaman bambu yang rapuh, berlantaikan tanah, dan jauh dari kata layak sebagai tempat tinggal.
“Hari ini kami menghadiri undangan dari Komunitas Sedulur Kebumen untuk menyaksikan penyerahan bantuan bedah rumah kepada masyarakat di Desa Krakal. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kebumen, kami mengucapkan terima kasih kepada Sedulur Kebumen yang telah membantu masyarakat kurang mampu,” kata Bupati.
Bupati mengaku terharu setelah melihat secara langsung kondisi rumah yang selama ini ditempati Taryono. Menurutnya, kehadiran komunitas sosial seperti Sedulur Kebumen sangat membantu pemerintah dalam upaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Kebumen.
“Tadi kami sudah melihat sendiri kondisi rumah yang sangat memprihatinkan dan kurang layak sebagai tempat tinggal. Kami mempersilakan siapa saja, baik masyarakat maupun komunitas, untuk membantu sesama. Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga bisa bergotong royong seperti yang dilakukan Sedulur Kebumen,” ujarnya.
Ia berharap gerakan sosial seperti ini terus berkembang dan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga ke depan semakin banyak komunitas yang hadir membantu orang-orang yang membutuhkan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari semangat gotong royong,” imbuhnya.
Di sisi lain, Taryono tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya setelah menerima bantuan tersebut. Selama bertahun-tahun ia hidup seorang diri di rumah sederhana yang kondisinya jauh dari layak huni.
“Saya senang sekali, Alhamdulillah. Bertahun-tahun tinggal di rumah seperti ini, akhirnya mendapat bantuan bedah rumah dari Sedulur Kebumen,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Taryono bekerja serabutan, seperti mencangkul di sawah dan mencari rumput. Namun, aktivitasnya terbatas karena memiliki riwayat penyakit asma.
“Kegiatan sehari-hari kadang nyangkul di sawah dan mencari rumput. Saya tidak bisa kerja yang berat karena memiliki penyakit asma,” ungkapnya.
Selama ini, kebutuhan hidupnya dipenuhi dari bantuan sembako pemerintah serta kepedulian para tetangga yang kerap memberikan makanan.
“Untuk makan sehari-hari saya masak dari bantuan sembako pemerintah dan tetangga juga kadang memberi makan. Saya sangat bersyukur, semoga bantuan dari Sedulur Kebumen dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya penuh haru.(K24/Ilham).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















