KEBUMEN, Kebumen24.com – Upaya penghematan energi melalui gerakan bersepeda dan berjalan kaki ke kantor mulai mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) dan Perkada Satpol PP Kebumen, Juniadi Prasetyo, menyampaikan bahwa imbauan tersebut merupakan arahan langsung dari pimpinan demi mendorong efisiensi, khususnya dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, sebagian aparatur sipil negara (ASN) telah mulai menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut, terutama bagi yang tinggal di sekitar kantor, dengan berjalan kaki atau bersepeda saat berangkat kerja.
“Pada prinsipnya kami mendukung kebijakan pimpinan. Ini bagian dari upaya efisiensi, terutama pengeluaran BBM. Namun dalam kondisi tertentu, seperti tugas di lokasi yang jauh, tentu tetap membutuhkan kendaraan dinas,” ujarnya kepada media, Jumat 10 April 2026.
Ia menambahkan, kebijakan ini tidak bersifat kaku, melainkan menyesuaikan kebutuhan tugas di lapangan. Meski demikian, semangat efisiensi dan kedisiplinan tetap menjadi prioritas.
Sementara itu, dikutip dari laman resmi jatengprov.go.id, menyebutkan gerakan serupa juga digaungkan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sejumlah ASN mulai membiasakan diri bersepeda ke kantor sebagai bagian dari budaya hemat energi.
Salah satu ASN, Haerudin, bahkan menempuh jarak sekitar 17 kilometer dari kediamannya di Pudak Payung menuju kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang.
“Sekitar satu jam perjalanan. Ini menjadi tantangan sekaligus pengalaman baru,” ungkapnya.
Ia mengaku harus berangkat lebih pagi dari biasanya, namun menilai kebiasaan tersebut membawa dampak positif, tidak hanya dalam penghematan energi, tetapi juga membentuk pola hidup sehat dan budaya kerja disiplin.
Gerakan ini turut didukung langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang terlihat ikut bersepeda bersama Sekretaris Daerah dan sejumlah pejabat lainnya.
Menurut Luthfi, gerakan hemat energi tidak boleh berhenti sebagai sekadar kampanye, melainkan harus menjadi budaya di lingkungan kerja ASN.
“Ini bukan sekadar perintah, tetapi harus dibiasakan. Mulai dari berolahraga, bekerja tepat waktu, hingga pengaturan kerja seperti work from home,” tegasnya.
Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga terus mendorong program kemandirian energi melalui pengembangan desa mandiri energi serta transisi ke energi terbarukan di sektor industri.
Di sisi lain, pengawasan distribusi energi bersubsidi seperti LPG 3 kilogram juga diperketat. Pemerintah menegaskan bahwa subsidi tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, seperti rumah tangga, nelayan kecil, dan pelaku usaha mikro.
Gerakan bersepeda ke kantor diharapkan menjadi simbol perubahan gaya hidup, bahwa langkah sederhana dari individu dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan energi di masa depan.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















