KEBUMEN, Kebumen24.com – Kecamatan Sempor memiliki sejarah panjang dan menarik, mulai dari kejayaan ekonomi perkebunan, peran strategis dalam pertahanan gerilya, hingga tragedi besar yang membentuk identitas wilayah ini hingga kini.
Secara geografis, Sempor merupakan wilayah transisi antara dataran rendah Gombong dengan perbukitan utara, sehingga memiliki posisi strategis baik secara ekonomi maupun militer.
- Era Perkebunan dan Pabrik Sereh
Pada awal abad ke-20, sebelum dikenal dengan waduknya, Sempor menjadi pusat perkebunan penting pada masa Hindia Belanda. Perbukitan di wilayah ini ditanami sereh wangi secara masif, dengan pabrik penyulingan minyak sereh yang cukup besar untuk kebutuhan ekspor ke Belanda. Hasil perkebunan dari Sempor didistribusikan melalui stasiun dan gudang di Gombong, sehingga hubungan ekonomi kedua wilayah sangat erat.
- Wilayah Strategis Militer dan Gerilya
Karena letaknya sebagai pintu masuk ke perbukitan utara (Karanggayam dan Sadang), Sempor menjadi wilayah strategis selama Agresi Militer Belanda. Bukit-bukit seperti Bukit Robin dimanfaatkan para pejuang untuk memantau pergerakan tentara Belanda yang bermarkas di Benteng Van der Wijck, Gombong. Lembah sempit di Sempor juga menjadi titik penghadangan ideal bagi pasukan Republik.
- Tragedi Bedahnya Waduk Sempor (1967)
Peristiwa paling krusial dalam sejarah modern Sempor terjadi pada 30 September 1967. Pembangunan waduk gagal akibat curah hujan ekstrem, sehingga bendungan jebol dan mengirimkan gelombang air raksasa ke selatan, termasuk Gombong. Tragedi ini menewaskan ratusan orang dan menghancurkan banyak pemukiman. Proyek pembangunan waduk kemudian diperbaiki dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1978.
- Transformasi Menjadi Urat Nadi Pengairan
Setelah dibangun kembali, Waduk Sempor menjadi sumber irigasi lebih dari 6.000 hektar sawah di Kebumen bagian barat dan tengah, mendukung stabilitas pangan dari Gombong hingga Kebumen kota. Selain itu, waduk ini juga dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
- Jejak Budaya dan Geologi
Sempor menyimpan kekayaan alam yang masuk dalam UNESCO Global Geopark Kebumen, termasuk mata air panas, Curug Sodomoro, dan endapan lahar Bukit Kedoya. Bentang alamnya menampilkan lanskap karst di barat dan batuan purba di utara. Masyarakat setempat juga memiliki berbagai legenda terkait sungai dan perbukitan, yang dipercaya berasal dari zaman Kerajaan Mataram.
Situs Bersejarah dan Ikonik
- Monumen Sempor: Peringatan bagi korban tragedi jebolnya waduk 1967.
- Waduk Sempor: Selain fungsi teknis, menjadi ikon wisata dengan pemandangan lembah dan perbukitan pinus.
- Terowongan Air: Infrastruktur teknik sipil yang mengalirkan air waduk ke saluran irigasi utama.
Sejarah panjang dan dinamika wilayah Sempor menjadikannya salah satu kecamatan yang kaya akan nilai ekonomi, militer, budaya, dan geologi di Kabupaten Kebumen.
Sumber: Perpustakaan Daerah Kebumen
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















