SEJARAH

Sejarah Kecamatan Buayan: Dari Rawa Penuh Buaya hingga Kawasan Karst Selatan Kebumen

321
×

Sejarah Kecamatan Buayan: Dari Rawa Penuh Buaya hingga Kawasan Karst Selatan Kebumen

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kecamatan Buayan merupakan salah satu wilayah administratif di Kabupaten Kebumen yang memiliki sejarah panjang serta kondisi geografis yang khas. Secara astronomis, kecamatan ini terletak pada 7º35’10” hingga 7º45’9” Lintang Selatan dan 102º26’3” hingga 109º29’8” Bujur Timur, dengan luas wilayah sekitar 128.111,50 hektare.

Dalam catatan sejarah, Kecamatan Buayan pada masa lampau berawal dari sebuah kawasan rawa yang berada di kaki perbukitan karst Gombong Selatan, sekitar 11 kilometer dari wilayah Gombong. Rawa tersebut dikenal berbahaya karena konon dihuni oleh banyak buaya yang mengancam keselamatan masyarakat yang melintas.

Nama “Buayan” sendiri diyakini berasal dari kata dalam bahasa Jawa, yakni “baya” yang berarti buaya atau bahaya. Penamaan ini merujuk pada kondisi wilayah saat itu yang dipenuhi hewan buas sekaligus mengandung makna kewaspadaan terhadap ancaman di daerah tersebut.

Seiring perkembangan waktu, kondisi wilayah Buayan mengalami perubahan, termasuk terbentuknya aliran Sungai Jatinegara yang kini menjadi salah satu sumber pengairan utama di kecamatan tersebut.

Dari sisi geografis, Kecamatan Buayan memiliki bentang alam yang beragam, terdiri atas dataran rendah dan perbukitan. Wilayah dataran rendah berada di bagian timur hingga utara, mengikuti aliran Sungai Jatinegara. Sementara itu, kawasan perbukitan membentang dari selatan ke utara di bagian barat, yang merupakan bagian dari rangkaian kawasan karst Gombong Selatan.

Ketinggian rata-rata wilayah Kecamatan Buayan mencapai lebih dari 64 meter di atas permukaan laut. Titik tertinggi berada di Bukit Arjuna dengan ketinggian 369 meter di atas permukaan laut, yang terletak di perbatasan Desa Wonodadi dengan Kecamatan Ayah. Adapun Desa Pakuran menjadi wilayah dengan ketinggian tertinggi di kecamatan ini, yakni sekitar 322 meter di atas permukaan laut.

Selain itu, Kecamatan Buayan juga dilalui oleh sejumlah sungai, di antaranya Sungai Kretek, Sungai Jatinegara, Sungai Telomoyo, Sungai Manggis, Sungai Jladri, Sungai Gelapan, Sungai Pejarakan, Sungai Adiwarno, Sungai Kalibanda, Sungai Blanakan, Sungai Meto, Sungai Tugu, Sungai Mergosono, Sungai Kaliori, Sungai Bantar, dan Sungai Keputihan.

Dengan sejarah yang unik serta kondisi geografis yang beragam, Kecamatan Buayan menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Kebumen yang memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun pengembangan wilayah ke depan.

Sumber: https://kec-buayan.kebumenkab.go.id/index.php/web/post/1004/sejarah-kecamatan-buayan

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.