SEJARAH

Sejarah Desa Wonoyoso: Berawal dari Hutan, Kini Berkembang di Perbatasan Kuwarasan–Buayan

353
×

Sejarah Desa Wonoyoso: Berawal dari Hutan, Kini Berkembang di Perbatasan Kuwarasan–Buayan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Wonoyoso merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen. Desa ini memiliki posisi strategis karena terletak di perbatasan antara Kecamatan Kuwarasan dan Kecamatan Buayan.

Secara geografis, Desa Wonoyoso berjarak sekitar 22 kilometer dari pusat Kabupaten Kebumen dengan waktu tempuh kurang lebih 53 menit perjalanan darat. Sementara itu, dari pusat Kecamatan Kuwarasan, desa ini hanya berjarak sekitar 3 kilometer dengan kondisi akses jalan yang relatif baik.

Desa Wonoyoso memiliki luas wilayah sekitar 128 hektare, yang terdiri dari 74 hektare lahan persawahan dan 54 hektare pekarangan. Secara administratif, desa ini terbagi menjadi 4 dusun atau pedukuhan, yakni Dusun Kecepit, Dusun Kedungpandan, Dusun Emprak, dan Dusun Penunggalan. Selain itu, terdapat 4 RW dan 17 RT yang tersebar di seluruh wilayah desa.

Adapun batas wilayah Desa Wonoyoso meliputi:

  • Sebelah utara berbatasan dengan Desa Selokerto
  • Sebelah timur berbatasan dengan Desa Semondo, Kuwaru, dan Gunungmujil
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Gumawang
  • Sebelah barat berbatasan dengan Desa Mergosono dan Semampir

Secara historis, nama Wonoyoso berasal dari dua kata, yaitu “Wono” yang berarti hutan dan “Yoso” yang berarti buatan. Nama tersebut mencerminkan asal-usul desa yang dulunya merupakan kawasan hutan yang kemudian dibuka dan dijadikan pemukiman oleh masyarakat, hingga akhirnya berkembang menjadi desa seperti saat ini.

Dalam perjalanan pemerintahannya, sebelum adanya sistem pemilihan kepala desa (Pilkades) seperti sekarang, pemimpin desa menjabat seumur hidup. Seiring perkembangan zaman, sistem pemerintahan desa mengalami perubahan dengan masa jabatan yang lebih terstruktur.

Berikut daftar kepala desa Wonoyoso dari masa ke masa:

  1. Seneng Suginono (1987–1995)
  2. dr. Suyono (1995–2003)
  3. Sapto Utomo (2003–2009)
  4. Hanna (2009–2013)
  5. Sapto Utomo (2013–2019)
  6. Imam Maskuri (2019–sekarang)

Seiring waktu, Desa Wonoyoso terus berkembang baik dari sisi infrastruktur maupun tata kelola pemerintahan, dengan tetap menjaga nilai sejarah dan kearifan lokal yang menjadi identitas desa.

Sumber: Website resmi Desa Wonoyoso – Pemerintah Desa Wonoyoso


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.