KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Tlogosari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, dan menjadi bagian dari kawasan Karst Gombong Selatan yang berbukit dan terjal. Desa ini mayoritas penduduknya beragama Islam dan dikenal sebagai desa yang tidak berbengkok.
Sejarah Desa Tlogosari bermula ketika wilayah ini masih berupa hutan dan semak belukar. Pada masa penjajahan Belanda, banyak warga Nusantara mengasingkan diri ke daerah terpencil untuk menghindari penindasan. Sejumlah musafir kemudian menetap di wilayah ini, membentuk permukiman awal yang menjadi cikal bakal Desa Tlogosari. Beberapa pendatang yang terkenal antara lain Mbah Nur Fatah, Mbah Mendali (nama asli Wangsa Wikrama dari Kemusuk, Mangunweni), Mbah Sala, dan Mbah Surakanti.
Mbah Nur Fatah menetap di Blok Kantil dan dikenal karena keahliannya dalam ilmu pertanian, pengobatan, serta ilmu keagamaan. Sementara Mbah Mendali menjadi pemimpin desa yang bijaksana dan kooperatif dengan pemerintah Hindia Belanda.
Awalnya desa ini bernama Tlaga Wijaya, yang kemudian berubah menjadi Tlaga Sari di masa pemerintahan Mbah Mad Sari. Nama tersebut akhirnya berubah menjadi Tlogosari mengikuti logat lokal dan penetapan administrasi pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Desa Tlogosari kini terdiri dari empat dusun: Tlogo, Kalipule, Kaligalang, dan Pejaten, dengan 28 RT dan 6 RW. Pada 2017, Dusun Tlogo Tengah resmi dibagi menjadi Dusun Tlogo dan Dusun Pejaten.
Secara geografis, Desa Tlogosari memiliki luas ±661,70 hektar dengan ketinggian 200 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar lahan merupakan Hutan Rakyat dan Hutan Negara yang dikelola Perhutani, dengan sebagian lahan datar dimanfaatkan untuk pertanian. Warga desa mengandalkan pertanian dan peternakan sebagai sumber penghidupan utama, termasuk produksi gula kelapa, yang telah dilakukan sejak masa Mbah Nur Fatah. Komoditas lain yang dibudidayakan adalah kapulaga dan beberapa jenis tanaman lokal, serta ternak ayam, kambing, dan sapi.
Sejak berdirinya, Desa Tlogosari telah dipimpin oleh sejumlah kepala desa, dimulai dari Mbah Mendali/Wangsa Wikrama hingga Saridi Ikhsan yang menjabat saat ini. Fasilitas pendidikan dan keagamaan juga terus berkembang, antara lain SD Negeri, MI, MTs, PAUD, serta sejumlah masjid dan mushola yang tersebar di desa.
Dengan sejarah panjang dan berbagai upaya pembangunan, Desa Tlogosari kini menjadi desa mandiri dengan lebih dari 2.500 jiwa penduduk, tetap menjaga tradisi, dan mengembangkan potensi lokalnya sebagai bagian dari kebudayaan dan ekonomi masyarakat Kecamatan Ayah, Kebumen.
Sumber:
- Profil Desa Tlogosari dan RPJMDes 2019-2025 – tlogosari.kec-ayah.kebumenkab.go.id
- Sejarah Desa Tlogosari – desatlagasari.blogspot.com
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















