SEJARAH

Sejarah Desa Redisari: Dari Perjuangan Pangeran Diponegoro hingga Desa Modern

221
×

Sejarah Desa Redisari: Dari Perjuangan Pangeran Diponegoro hingga Desa Modern

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Redisari, yang terletak di Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda pada tahun 1825-1830. Desa ini awalnya dijadikan tempat bubrah kawah oleh prajurit Pangeran Diponegoro, yaitu Kyai Nuryangiman dan Kyai Kontalabau.

Seiring waktu, Desa Redisari mengalami perkembangan pemerintahan yang dipimpin oleh berbagai Kepala Desa (Kades) dari periode ke periode.

Periode Awal (1845-1874)
Kepala Desa: Singaresa
Sekretaris Desa: Nayareja
Perangkat desa lainnya: Congkog Maya Pawira, Polisi Desa Naya Taruna, Kebayan Parta Sentana, Krama, dan Wiradi Wangsa. Pada masa ini, administrasi desa masih sederhana dan semua catatan disimpan di rumah kepala desa.

Periode 1876-1902 hingga 1945-1967
Selama periode ini, Desa Redisari dipimpin oleh Karta Pawira, Sura Karsa, Marta Sentana, Wirya Suhada, dan Naya Suparta. Struktur pemerintahan mulai berkembang, namun administrasi tetap terpusat di rumah kepala desa.

Periode 1969-1994
Kepala desa berganti dari M Yusuf, Perisman, hingga kembali M Yusuf. Pada masa ini, perangkat desa mulai tertata lebih baik, dan kaumnya mulai tercatat secara jelas, antara lain Afandi dan M. Manshur.

Periode 1994-2014
Kepala Desa: Saeun dan Sri Parwati
Sekretaris dan kepala urusan mulai banyak mencakup berbagai bidang seperti pembangunan, keuangan, tata usaha, kesejahteraan rakyat, dan administrasi dusun. Selama periode ini, beberapa pergantian kepala desa terjadi karena meninggal dunia atau masa jabatan selesai, termasuk penunjukan pejabat sementara hingga diterapkannya peraturan baru Bupati Kebumen terkait pejabat desa PNS.

Periode 2017-Sekarang
Kepala Desa: Ngadiyono
Sekretaris Desa: Ujang Saifulloh
Perangkat desa lain mencakup Kepala Urusan Keuangan, Tata Usaha, Perencanaan, Seksi Pemerintahan, Seksi Kesejahteraan Rakyat, Seksi Pelayanan, serta kepala dusun di berbagai wilayah desa. Desa Redisari kini telah menjadi desa modern dengan administrasi yang lebih profesional.

Sejarah panjang Desa Redisari menunjukkan perjalanan dari masa perjuangan hingga menjadi desa mandiri yang memiliki pemerintahan tertata dan masyarakat yang beragam.

Sumber:


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.