KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kretek, yang kini termasuk salah satu wilayah di Kecamatan Kretek, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang sarat legenda dan nilai budaya. Perjalanan desa ini dimulai dari peristiwa legendaris sebuah perahu besar yang terbalik di bukit yang kini dikenal dengan nama Bukit Jungklang. Perahu tersebut dikabarkan mengangkut harta dari kerajaan pada era pra-sejarah, dan di lokasi ini kini ditemukan fosil biota laut berusia 5 hingga 25 juta tahun.
Selain itu, Desa Kretek memiliki sejumlah situs bersejarah seperti punden berundak tiga dari era Hindu-Buddha yang digunakan sebagai tempat pemujaan nenek moyang, serta Bukit Hanggareksa yang dipercaya dapat memberikan keselamatan bagi yang berdoa di sana. Tempat ini juga pernah menjadi persinggahan Sunan Ampel dan utusan Sunan Kalijogo yang membawa kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak.
Seiring waktu, wilayah ini menjadi saksi perjalanan penyebaran Islam melalui para santri Sunan Kalijogo, termasuk Ki Kuning yang membimbing masyarakat memeluk Islam secara santun. Mata air Panembahan Mbah Agung Kuning dan Tlaga Jati menjadi simbol spiritual yang diyakini dapat memberikan berkah dan kemuliaan bagi yang berziarah.
Sejarah desa juga terhubung dengan peristiwa besar, seperti kunjungan pasukan Sultan Agung Mataram pada tahun 1629 M, hingga perlawanan Raden Kajoran dan Pangeran Trunojoyo pada abad ke-17. Di desa ini juga terdapat makam-makam bersejarah, seperti makam Ki Kartodipuro (Syech Mu’min) di Bukit Indrakila, serta Astana Nyi Ronggeng dan Astana China yang menyimpan kisah heroik dan legenda lokal.
Nama Kretek sendiri berasal dari jembatan kecil di utara Bukit Indrakila, yang menjadi pusat administrasi pada masa Glondong M. Patradimeja (tahun 1806 M). Salah satu tokoh penting, Ki Maryan Wanadiwirya, berhasil menaklukkan begal dan mengubah hutan menjadi wilayah aman bernama Wanakerta. Beliau juga membangun saluran irigasi untuk perkebunan tebu, yang menjadi tonggak perkembangan wilayah ini.
Sejarah panjang Desa Kretek bukan hanya kisah legenda, tetapi juga mencerminkan perjuangan masyarakatnya dalam mempertahankan wilayah, menyebarkan agama, dan membangun kehidupan yang mandiri.
Sumber: Dokumen RPJMDesa Kretek Periode 2024 – 2029,
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















