KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kedungpuji, yang terletak di Kecamatan Gombong, memiliki sejarah dan legenda unik yang hingga kini masih diceritakan dari generasi ke generasi.
Menurut narasumber setempat, sebelum dinamakan Desa Kedungpuji, terdapat sebuah kedung atau lekukan terdalam di aliran sungai setempat. Kedung ini menampung air yang konon tak pernah habis, sehingga warga sekitar menganggapnya keramat dan memujinya. “Pada masa itu, warga masih menganut kepercayaan lama. Setelah masuknya ajaran agama, tokoh dan sesepuh desa memberi nama Kedungpuji,” ungkap narasumber.
Desa Kedungpuji terbentuk dari penggabungan beberapa dukuh, yaitu:
- Dukuh Kedunglo
- Dukuh Plana
- Dukuh Pucang
- Dukuh Entak
Setiap dukuh awalnya memiliki seorang Kuwu (kepala desa). Dukuh Kedunglo dan Dukuh Plana berbagi satu Kuwu, sedangkan Dukuh Pucang dan Dukuh Entak Gumawang juga memiliki satu Kuwu. Dari penggabungan tersebut, kemudian dibentuk satu desa bernama Kedungpuji.
Untuk memimpin desa yang baru dibentuk, diadakan pemilihan kepala desa dengan cara dodokan, yaitu warga duduk di belakang calon kepala desa yang dipilihnya. Dari proses ini, Bapak Secadiwirya terpilih sebagai Kepala Desa Kedungpuji pertama.
Legenda dan sejarah Desa Kedungpuji ini tidak hanya menjadi bagian dari identitas desa, tetapi juga menambah wawasan dan kebanggaan bagi masyarakatnya.
Sumber: kedungpuji.kec-gombong.kebumenkab.go.id
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















