KEBUMEN, Kebumen24.com – Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, resmi dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kecamatan Sebagai Perangkat Daerah. Peraturan ini mulai berlaku pada 26 November 2001. Pusat pemerintahan Kecamatan Rowokele berada di Desa Rowokele, hasil pemekaran dari Kecamatan Gombong.
Kecamatan Rowokele berbatasan dengan Kecamatan Sempor dan Kabupaten Banyumas di utara, Kecamatan Buayan dan Sempor di timur, Kecamatan Ayah di selatan, serta Kabupaten Banyumas di barat. Wilayah ini terdiri dari 11 desa, yaitu Kalisari, Redisari, Pringtutul, Rowokele, Bumiagung, Wagirpandan, Jatiluhur, Wonoharjo, Giyanti, Kretek, dan Sukomulyo.
Secara geografis, Rowokele memiliki kombinasi perbukitan dan dataran rendah. Bagian utara merupakan Pegunungan Serayu Selatan, sementara selatan termasuk Kawasan Karst Gombong Selatan. Puncak tertingginya adalah Gunung Wonoharjo dengan ketinggian 680 meter di atas permukaan laut. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah ini antara lain Sungai Kretek, Sungai Ijo, Sungai Donoloyo, dan Sungai Srengseng.
Kecamatan Rowokele memiliki beragam potensi lahan. Dataran rendah digunakan untuk persawahan dan perikanan air tawar, sedangkan perbukitan dimanfaatkan untuk hutan kayu dan palawija. Hasil bumi mencakup padi, sayuran, buah-buahan, cengkih, jahe, kapulaga, hingga bahan tambang seperti andesit dan kapur.
Transportasi di Rowokele beragam, mulai dari angkutan desa, bus antar kota, hingga kereta api. Stasiun Ijo menjadi salah satu sarana transportasi utama, dilintasi jalur kereta api lintas selatan Jawa.
Sebagian besar penduduk Rowokele bekerja sebagai petani, wiraswasta, PNS, dan pedagang. Mayoritas beragama Islam, dengan pendidikan hingga tingkat universitas, meski sebagian besar hanya menamatkan sekolah menengah pertama.
Di bidang pendidikan, Rowokele memiliki beragam sekolah negeri dan swasta, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, termasuk SMAN 1 Rowokele, SMKS Muhammadiyah Rowokele, dan SMP Negeri 1 Rowokele.
Kecamatan ini juga memiliki sejumlah sarana publik seperti pasar tradisional, masjid, gereja, dan fasilitas kesehatan, antara lain Pasar Rowokele, Pasar Wonoharjo, dan Puskesmas Rowokele.
Potensi wisata Rowokele cukup menarik, meski belum sepenuhnya dikelola. Beberapa destinasi yang menonjol adalah Air Terjun Gombong di Desa Wagirpandan, Terowongan Ijo di Desa Bumiagung, serta berbagai goa dan bukit seperti Goa Penganten, Bukit Maroon, dan Curug Sigong. Terowongan Ijo, dibangun antara 1885–1886 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, saat ini menjadi lokasi favorit para penggemar kereta api (railfans) dan kemungkinan akan dijadikan cagar budaya setelah proyek rel ganda selesai.
Dengan potensi alam, sumber daya, dan fasilitas yang ada, Kecamatan Rowokele memiliki peluang berkembang menjadi wilayah yang lebih maju sekaligus tetap menjaga kekayaan alam dan budaya lokal.
Sumber: kec-rowokele.kebumenkab.go.id
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















