SEJARAH

Legenda dan Sejarah Desa Kedungweru, Ayah, Kebumen

251
×

Legenda dan Sejarah Desa Kedungweru, Ayah, Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kedungweru, yang terletak di ujung barat laut Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, menyimpan sejarah dan legenda yang menarik. Konon, sekitar tahun 1830 Masehi, setelah Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda, salah seorang prajuritnya, Kyai Dungkul, melarikan diri dan bersembunyi di sebuah kawasan yang kini dikenal dengan nama Desa Kedungweru.

Tempat persembunyian Kyai Dungkul berupa alas Gung Liwang Liwung yang dikelilingi kali dan kedung, dan saat itu hanya dihuni beberapa orang saja. Selama persembunyiannya, Kyai Dungkul, yang juga seorang ahli agama Islam, tekun berdakwah dan mengajarkan ilmu agama kepada warga sekitar.

Seiring waktu, semakin banyak orang datang untuk belajar agama kepada Kyai Dungkul, yang dalam bahasa lokal disebut “ngangsu kawruh” atau menimba ilmu. Nama tempat persembunyiannya yang berada di kedung atau kali yang dalam kemudian dikenal dengan sebutan “Kedunging Kawruh.” Dalam logat Banyumasan, sebutan itu lama-kelamaan berubah menjadi Kedungweru, yang kini menjadi nama desa tersebut.

Desa Kedungweru pun menjadi saksi sejarah perjuangan dan penyebaran ilmu agama di wilayah Ayah, Kabupaten Kebumen.

Sumber: Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Kebumen


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.