SEJARAH

Sejarah dan Legenda Desa Karangduwur Kecamatan Ayah: Dari Syeh hingga Pembangunan Modern

230
×

Sejarah dan Legenda Desa Karangduwur Kecamatan Ayah: Dari Syeh hingga Pembangunan Modern

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Karangduwur, yang terletak di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan legenda yang menarik, mulai dari masa lampau hingga pembentukan pemerintahan desa modern.

Legenda Desa Karangduwur

Desa Karangduwur dikenal sebagai desa tua. Menurut cerita masyarakat, silsilah awal desa tidak banyak diketahui. Konon, Desa Karangduwur pernah disinggahi oleh dua orang Syeh, yakni Syeh Maulana Maghribi, yang kemudian dikenal dengan nama Sri Menganti, tinggal di selatan desa, dan Syeh Pengarengan yang menetap di utara desa.

Selanjutnya, Desa Karangduwur pernah dikunjungi empat pangeran atau prajurit bersaudara dari Kerajaan Yogyakarta. Tiga di antaranya menetap di desa ini, sementara satu pindah ke Betawi (Jakarta). Ketiga prajurit yang menetap antara lain:

  1. Mangkuratmaja beserta istrinya Mbah Sagem, tinggal di lembah yang kini dikenal sebagai Panembahan Salam di Dusun Sasak.
  2. Mangkuratman, adik Mangkuratmaja, tinggal di daerah Mbulu Kuning, yang kini dikenal dengan Panembahan Mbulu Kuning.
  3. Mangkuratnegara, yang bersama istrinya Mangkurat Kuning dan pengasuh Semar Amang Rogo, tinggal di pedukuhan Cempaka, yang sekarang dikenal dengan Panembahan Cempaka Kuning.

Dari generasi ketiga pangeran inilah Desa Karangduwur mulai terbentuk, hingga akhirnya terbentuk pemerintahan desa resmi di wilayah Dusun Sasak.

Sejarah Pembangunan Desa Karangduwur

Pemerintahan Desa Karangduwur telah dipimpin oleh 10 Kepala Desa sejak masa lampau. Beberapa kepala desa pada masa penjajahan Belanda antara lain:

  • Dipa Leksana, yang memimpin pemerintahan di Dusun Sasak.
  • Madrani dan Madreja, pada masa ini dibangun Sekolah Rakyat (SR) tahun 1938 serta jalan desa yang kini menjadi Jalan Pemda Tingkat II, jalur Cilacap – Karangbolong.
  • Karyawintana, yang melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana desa.

Pada masa pendudukan Jepang hingga era modern, beberapa kepala desa penting antara lain:

  • Kaspari (1942–1945), menjabat paling singkat karena meninggal akibat penyakit.
  • Kartowirejo (1945–1986), menjabat selama 41 tahun dan berhasil melakukan berbagai pembangunan, termasuk:
    • Penggantian nama Sekolah Rakyat menjadi Sekolah Dasar
    • Pembangunan Gedung SD I dan SD II
    • Pembangunan MI Karangduwur
    • Pendirian Kantor Balai Desa
    • Pendirian Pasar Desa

Sejarah dan legenda Desa Karangduwur mencerminkan perjalanan panjang desa ini dari masa silam hingga era pembangunan modern yang terus berlanjut.

Sumber: Karangduwur – Kecamatan Ayah, Kebumen


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.