SEJARAH

Legenda dan Sejarah Desa Argosari, Kecamatan Ayah, Kebumen

229
×

Legenda dan Sejarah Desa Argosari, Kecamatan Ayah, Kebumen

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Argosari, salah satu desa di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan legenda yang menarik. Menurut catatan Pemdes Argosari, asal-usul desa ini bermula dari seorang pemimpin bernama Demang Seser Kaleng.

Konon, pada masa peperangan antar-kerajaan di Nusantara, Demang Seser Kaleng bersama pengikutnya melarikan diri dari konflik dan menjelajahi hutan belantara hingga menemukan wilayah yang kini menjadi Desa Argosari. Wilayah awal tersebut dinamai Linggarsari, yang berarti “pindah ke tempat yang aman dan makmur.” Setelah Demang wafat, putranya Ki Derpa memimpin desa tersebut, yang kemudian berkembang ke wilayah lain seperti Brenggang dan Gunung Tengah.

Seiring waktu, Belanda mengklaim wilayah ini sebagai daerah jajahannya dan menyatukan Brenggang dengan Linggarsari. Pada pemilihan kepala desa secara langsung pertama, Dulkamid terpilih sebagai Kepala Desa, dan nama desa pun diubah menjadi Argosari. Di bawah kepemimpinan Dulkamid, desa ini terkenal aman, makmur, dan tertib.

Sejarah Desa

Beberapa peristiwa penting yang terjadi di Desa Argosari antara lain:

  1. 1943 – Kekurangan pangan dan wabah penyakit.
  2. 1947-1948 – Penjajahan Belanda kedua.
  3. 1964-1965 – Pemberontakan G30S.
  4. 1980-an – Perintisan ketoprak dan kuda lumping di Dukuh Brenggang.
  5. 2000 – Listrik mulai masuk ke desa.
  6. 2010-2018 – Pelaksanaan program PNPM, pembangunan infrastruktur, dan penerimaan Dana Desa dari APBN.
  7. 2019 – Bapak Jaisman Agus Wahyudi resmi menjadi Kepala Desa periode 2019-2025.

Geografi dan Demografi

Desa Argosari memiliki luas 760 hektare dengan ketinggian 360 meter di atas permukaan laut. Desa ini berbatasan dengan Desa Kalipoh (barat), Desa Banjararjo (timur), Desa Kalibangkang dan Tlogosari (utara), serta Desa Jintung (selatan).

Penduduk Desa Argosari sebagian besar berprofesi sebagai petani, pengrajin gula kelapa, buruh, pedagang, dan PNS. Jumlah penduduk berdasarkan Profil Desa 2018 adalah 4.464 jiwa, dengan mayoritas beragama Islam dan menggunakan bahasa Jawa dialek Banyumasan.

Pendidikan

Beberapa institusi pendidikan yang ada di desa ini antara lain:

  1. SDN Argosari
  2. MTs Muhammadiyah Argosari
  3. MI Muhammadiyah I Argosari
  4. MI Muhammadiyah II Argosari
  5. TK Pertiwi Argosari

Desa Argosari terus berkembang, mengutamakan keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan warganya.

Sumber: Pemdes Argosari


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.