PERISTIWA

Hujan Deras Picu Longsor di Sempor dan Alian Kebumen, Dua Rumah Warga Rusak

667
×

Hujan Deras Picu Longsor di Sempor dan Alian Kebumen, Dua Rumah Warga Rusak

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen pada Rabu (15/4/2026) sore, memicu terjadinya bencana tanah longsor di dua lokasi berbeda, yakni Kecamatan Sempor dan Kecamatan Alian. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan warga, namun dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengungkapkan bahwa kejadian pertama terjadi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor. Material longsor sepanjang kurang lebih 7 meter dengan tinggi sekitar 5 meter menimpa bagian dapur rumah milik Misrun Miswandi (57), hingga mengalami kerusakan cukup serius.

“Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Struktur tanah yang labil tidak mampu menahan resapan air, sehingga tebing di belakang rumah warga runtuh,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Kamis (16/4/2026).

Mendapati laporan tersebut, jajaran Polsek Sempor bersama TNI, BPBD, serta perangkat desa setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Selain itu, petugas juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat kawasan tersebut tergolong rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

Sementara itu, kejadian serupa juga terjadi di Desa Krakal, Kecamatan Alian. Talud di samping rumah milik Teguh Pratikno (37) dilaporkan ambrol setelah diguyur hujan deras pada hari yang sama. Longsor terjadi pada talud setinggi sekitar 3 meter dengan lebar 4 meter.

Petugas gabungan dari Polsek Alian, Koramil, BPBD, dan warga setempat bergerak cepat melakukan kerja bakti membersihkan material longsor. Upaya penanganan darurat juga dilakukan dengan pemasangan karung berisi tanah dan pasir guna mencegah terjadinya longsor susulan.

Kapolres menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah dengan kontur tanah labil dan berbukit.

“Langkah antisipasi terus dilakukan, termasuk edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada saat curah hujan tinggi,” pungkasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.