KEBUMEN, Kebumen24.com – Sekitar 5 ribu peserta dari kalangan pengasuh pondok pesantren, guru ngaji, pengelola TPQ, Madin, hingga dewan asatidz menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal Akbar Pengasuh Pondok Pesantren dan Guru Ngaji se-Kabupaten Kebumen.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Pondok Pesantren An Nahdiyah SMK Ma’arif 1 Kebumen, Sabtu (18/4/2026), dan menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah di momentum bulan Syawal.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Kasubdit Pesantren dan Pendidikan Al-Qur’an Kementerian Agama RI Aziz Syafiyudin, M.Si, Pengasuh Pondok Pesantren Salaf API Tegalrejo Magelang KH Nur Makhin Khudlori, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen Dr. H. Anif Solikhin, S.Ag., M.Si.
Ketua panitia, KH Ahmad Tama, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen pendidikan keagamaan di Kebumen.
“Acara ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antar pengasuh pondok pesantren dan guru ngaji, sekaligus momentum saling memaafkan dalam suasana Syawal yang penuh berkah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan launching program Pondok Pesantren Ramah Anak oleh Bupati Kebumen sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta menjunjung tinggi nilai perlindungan anak.
“Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi pondok pesantren lainnya di Kabupaten Kebumen,” tambah Ahmad Tama.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga kerukunan masyarakat.
“Dari kebersamaan inilah lahir kekuatan untuk menjaga kehidupan masyarakat yang rukun dan damai,” ucapnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada para pengasuh pondok pesantren dan guru ngaji atas dedikasi mereka dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berilmu.
Menurutnya, program Pesantren Ramah Anak merupakan langkah strategis yang harus didukung bersama. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang melindungi dan menghargai anak.
“Pesantren harus menjadi tempat yang membuat anak-anak merasa nyaman, dihargai, dan terlindungi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen terus berupaya memperkuat perlindungan anak. Saat ini Kebumen telah meraih predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Madya, dan ke depan akan terus ditingkatkan.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan Pengurus Pojok Baca Nahdliyyin. Bupati berharap kepengurusan baru ini mampu mendorong budaya literasi di masyarakat.
“Semoga dari ikhtiar ini lahir generasi Kebumen yang cerdas dan berakhlak,” pungkasnya. (K2/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















