SEJARAHWisata

Potensi Desa Kedungweru Ayah Kebumen: Wisata, Kelengkeng, dan Harapan Ekonomi Warga

269
×

Potensi Desa Kedungweru Ayah Kebumen: Wisata, Kelengkeng, dan Harapan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, terus menunjukkan geliatnya sebagai desa dengan potensi wisata dan ekonomi yang menjanjikan. Keindahan alam yang dipadukan dengan inovasi desa menjadikan Kedungweru mulai dilirik sebagai destinasi wisata alternatif di wilayah selatan Kebumen.

Salah satu potensi yang tengah dikembangkan adalah wisata berbasis perkebunan, khususnya kebun kelengkeng yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Karya Raharja. Selain menjadi sumber ekonomi, kebun ini juga menawarkan pengalaman wisata petik buah langsung dari pohonnya.

Untuk melihat lebih dekat potensi wisata Desa Kedungweru, masyarakat dapat menyaksikan melalui video yang telah dipublikasikan di YouTube pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=vXo8UM_k16Y

Momentum penting dalam pengembangan potensi ini terjadi pada 17 Agustus 2022, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah pelaksanaan upacara bendera di Lapangan Desa Kedungweru, dilakukan panen perdana kelengkeng varietas New Crystal.

Kegiatan tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Camat Ayah, dilanjutkan dengan pemetikan buah kelengkeng untuk pertama kalinya. Panen kemudian dibuka untuk para tamu undangan dan masyarakat yang ingin membeli sekaligus merasakan sensasi memetik langsung dari pohonnya.

Direktur BUMDesa Karya Raharja, Budi Priatna, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 40 pohon kelengkeng di kebun desa, dengan sekitar 20 pohon yang telah berbuah dan siap dipanen. Pada momen kemerdekaan tersebut, BUMDesa memberikan harga spesial sebesar Rp45.000 per kilogram.

Antusiasme pengunjung cukup tinggi. Mereka tidak hanya menikmati rasa manis dan segar buah kelengkeng, tetapi juga pengalaman wisata yang unik. Bahkan, sejumlah pengunjung dari luar daerah menilai harga tersebut sepadan dengan kualitas dan pengalaman yang didapatkan.

Pemerintah Desa Kedungweru pun berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi ini. Sekretaris Desa Kedungweru, Johaeni Rokhman, mengungkapkan bahwa pihak desa mendorong masyarakat untuk turut menanam kelengkeng di pekarangan rumah. Selain itu, desa juga berencana menambah jumlah tanaman dengan memanfaatkan lahan milik desa yang tersedia.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi buah kelengkeng, tetapi juga memperkuat identitas Desa Kedungweru sebagai desa wisata berbasis pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: website resmi Desa Kedungweru


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com