KEBUMEN, Kebumen24.com – Pengajian akbar dan selawat yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kamal, Tambaksari, Jumat (17/4/2026), menjadi momen penuh makna. Tak hanya dihadiri ribuan jamaah, kegiatan ini juga mengungkap eratnya hubungan sejarah antara pesantren dengan silsilah keluarga Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.
Ketua Dewan Pimpinan Ponpes Al Kamal, Prof. Dr. Azam Syukur Rahmatullah, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tokoh-tokoh penting yang berperan dalam pendirian dan pengembangan pesantren merupakan bagian dari keluarga besar Bupati Kebumen.
Salah satunya adalah almarhum KH Abu Dardiri, ayah dari Ir. Mohammad Yahya Fuad—suami Bupati Lilis—yang namanya kini diabadikan menjadi Masjid Abu Dardiri di lingkungan pesantren. Pembangunan masjid tersebut telah dimulai sejak Januari 2025 dan saat ini memasuki tahap akhir penyelesaian.
Selain itu, nama Siti Nururrohmah, ibu mertua Bupati Lilis, juga diabadikan sebagai nama madrasah di Ponpes Al Kamal serta sebuah masjid di wilayah Gombong. Sejarah kepemimpinan pesantren ini sendiri berakar dari KH Muhammad Sa’ad Nur, pendiri Ponpes Al Kamal yang juga ayah sambung Ir. Mohammad Yahya Fuad, bersama KH Hayat Ihsan, yang merupakan paman dari Ir. Yahya Fuad.
“Kami adalah satu keluarga yang bersama-sama berkomitmen melanjutkan perjuangan di Ponpes Al Kamal. Alhamdulillah, hingga saat ini kami tetap rukun dan terus mengibarkan panji-panji Al Kamal demi pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Prof. Azam Syukur, yang juga putra KH Hayat Ihsan.
Ia menegaskan, keberadaan pesantren tidak dapat dipisahkan dari dukungan masyarakat. Ponpes Al Kamal, lanjutnya, memiliki visi besar dalam mencetak santri yang tidak hanya berilmu, tetapi juga ahli ibadah dan mandiri secara ekonomi.
“Kepintaran tanpa ibadah, atau ibadah tanpa ilmu, tidak cukup untuk menghadapi tantangan zaman. Santri harus memiliki keseimbangan keduanya, ditambah kemandirian ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi pesantren dalam menjaga moral generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, pesantren dinilai sebagai benteng utama pembentukan karakter.
“Pesantren adalah tempat belajar agama sekaligus tempat membentuk karakter yang melahirkan generasi kuat secara moral. Mari kita jaga, dukung, dan rawat bersama keberadaan pesantren ini agar terus membawa keberkahan bagi Kabupaten Kebumen,” ujar Bupati Lilis di hadapan jamaah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) dari Banyumas, para habaib, serta keluarga besar Ponpes Al Kamal dan masyarakat sekitar. Melalui lantunan selawat dan tausiyah, acara ini diharapkan menjadi wasilah bagi kemajuan Ponpes Al Kamal sebagai pusat pendidikan Islam yang terus menyatu dengan kehidupan masyarakat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















