KEBUMEN, Kebumen24.com – Nilai-nilai budaya Jawa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan masih terus hidup di tengah masyarakat, salah satunya di Desa Pengaringan, Pejagoan, Kebumen.
Di wilayah ini, warga setempat masih konsisten melestarikan tradisi kendhitan serta selametan palakiyah, dua tradisi yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat sejak generasi terdahulu.
Warisan Leluhur yang Sarat Nilai Filosofis
Tradisi ini berakar dari kuatnya budaya Jawa yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta keseimbangan antara manusia dan alam. Dalam praktiknya, selametan menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa bersama untuk keselamatan warga desa.
Masyarakat Desa Pengaringan meyakini bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga bentuk permohonan keselamatan, keberkahan, serta pengingat untuk selalu menjaga hubungan harmonis antarwarga.
Rutin Dilaksanakan di Titik-Titik Perbatasan Desa
Tradisi palakiyah dilaksanakan secara rutin setiap Jumat Kliwon dan digelar bergiliran setiap tiga bulan sekali sesuai penanggalan Jawa. Pelaksanaannya dilakukan di sejumlah titik wilayah desa dengan pembagian sebagai berikut:
- Bulan Sura di wilayah RT 06 RW 02
- Bulan Jumadil Awal di wilayah RT 04 RW 02
- Bulan Rajab di wilayah RT 02 RW 01
- Bulan Besar di wilayah RT 01 dan RT 02 RW 01
Pemilihan lokasi di titik perbatasan desa memiliki makna simbolis, yakni sebagai bentuk penjagaan wilayah serta harapan agar desa senantiasa diberi ketenteraman dan dijauhkan dari marabahaya.
Kebersamaan dalam Tradisi Kenduri
Seperti tradisi selametan pada umumnya, warga membawa ambeng atau nasi lengkap dengan lauk-pauk dari rumah masing-masing. Setelah doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh desa, makanan tersebut disantap bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Uniknya, warga juga saling bertukar makanan untuk dibawa pulang, sebagai simbol solidaritas, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang masih kuat terjaga.
Tradisi yang Menjaga Identitas Sosial
Di tengah arus modernisasi, kendhitan dan selametan palakiyah tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga berfungsi memperkuat ikatan sosial masyarakat serta mempertahankan nilai gotong royong yang mulai tergerus zaman.
Masyarakat berharap, tradisi ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hanya dikenal sebagai cerita, tetapi juga tetap dijalankan sebagai identitas budaya desa.
Sumber: Situs resmi Desa Pengaringan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















