KEBUMEN, Kebumen24.com – Tradisi kirab budaya dalam rangka sedekah bumi kembali digelar oleh masyarakat Desa Purbowangi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan masyarakat setempat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto tahun 2023.
Sedekah bumi merupakan tradisi turun-temurun yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat Desa Purbowangi. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi serta penghormatan kepada para leluhur yang telah membuka dan membangun desa.
Kepala Desa Purbowangi, Sugimin, menegaskan pentingnya menjaga adat dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi seperti sedekah bumi tidak boleh hilang karena merupakan identitas desa yang harus dilestarikan.
Pelaksanaan sedekah bumi di Desa Purbowangi memiliki rangkaian prosesi khas. Kegiatan biasanya dilaksanakan pada bulan Suro dan Syaban dalam penanggalan Jawa. Pada bulan Suro, masyarakat menggelar kenduri di petilasan Mbah Purbowaseso, yang diyakini sebagai tokoh pembabat desa. Sementara pada bulan Syaban, dilakukan penyembelihan kambing yang kemudian dibagikan kepada warga di setiap dukuh.
Nama Desa Purbowangi sendiri berasal dari tokoh Mbah Purbowaseso dan istrinya, Sekarwangi. Sosok Mbah Purbowaseso diyakini sebagai keturunan kerajaan Mataram yang berjasa dalam sejarah berdirinya desa tersebut.
Rangkaian kegiatan sedekah bumi tidak hanya berupa ritual adat, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional. Setelah kenduri, masyarakat disuguhi pagelaran wayang kulit dan kesenian kuda lumping yang menjadi hiburan sekaligus bagian dari tradisi budaya lokal.
Keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini turut memberikan warna tersendiri. Selain membantu pelaksanaan acara, kehadiran mahasiswa juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal serta mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat.
Melalui kegiatan kirab budaya sedekah bumi, masyarakat Desa Purbowangi berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya leluhur dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Sumber: Baca selengkapnya di Kompasiana
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















