SEJARAH

Dulu Terbelah Sungai, Kini Jadi Desa Maju! Ini Sejarah Purbowangi yang Jarang Diketahui

229
×

Dulu Terbelah Sungai, Kini Jadi Desa Maju! Ini Sejarah Purbowangi yang Jarang Diketahui

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Purbowangi merupakan salah satu desa di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Letaknya yang strategis karena dilintasi Jalan Nasional Rute 3 menjadikan desa ini berkembang pesat, baik dari sisi infrastruktur maupun perekonomian masyarakat.

Secara geografis, Desa Purbowangi berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kecamatan Buayan, sekitar 3 kilometer dari wilayah Gombong, serta kurang lebih 23 kilometer dari pusat Kabupaten Kebumen. Desa ini terdiri dari 12 dusun, dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian.

Dalam perkembangannya, Purbowangi menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan hadirnya berbagai fasilitas umum, seperti Rumah Sakit Umum Purbowangi serta berdirinya pabrik rokok yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan perekonomian warga.

Legenda dan Asal-usul Nama

Berdasarkan cerita para sesepuh, Desa Purbowangi pada masa lalu terbagi menjadi dua wilayah yang dipisahkan oleh Sungai Kebebekan, yakni wilayah timur dan barat, yang masing-masing dipimpin oleh tokoh berbeda.

Nama “Purbowangi” diyakini berasal dari tokoh leluhur bernama Purbowaseso, yang dikenal sebagai pepunden atau pendiri desa. Hingga kini, petilasan atau makam Mbah Agung Purbowaseso masih terawat dan menjadi tempat penghormatan masyarakat setempat.

Tradisi lokal juga masih dilestarikan, seperti ritual penghormatan pada bulan Suro serta kegiatan Sedekah Bumi pada bulan Syaban. Secara filosofi, “Purbo” berarti awal atau asal mula, sedangkan “Wangi” bermakna harum atau baik. Nama tersebut diharapkan menjadi simbol awal yang baik serta membawa keberkahan bagi masyarakat.

Sejarah Pemerintahan Desa

Dalam catatan sejarah, Desa Purbowangi awalnya terdiri dari dua desa yang kemudian disatukan pada tahun 1954. Sejak saat itu, kepemimpinan desa terus mengalami pergantian.

Beberapa kepala desa yang pernah menjabat di antaranya Darmo Pawiro sebagai kepala desa pertama, Moch. Chaeri, Wagimin, Heri Setyanto, Bambang Purwadi, Panggung, hingga Sugimin yang menjabat sejak tahun 2013 sampai sekarang. Selain itu, terdapat pula pejabat sementara yang memimpin dalam masa transisi pemerintahan.

Batas Wilayah dan Pembagian Administratif

Desa Purbowangi memiliki batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sempor dan Kecamatan Rowokele
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Sempor
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Nogoraji dan Desa Semampir
  • Sebelah barat berbatasan dengan Desa Jatiroto, Desa Jogomulyo, Desa Nogoraji, serta Kecamatan Rowokele

Secara administratif, desa ini terbagi menjadi 12 dusun, yaitu Bawang, Blekatuk, Jetak, Karangkemiri, Karangmalang, Kebebekan, Keputihan, Lak, Larangan, Legok, Lemahtenggar, dan Petunggulan.

Pendidikan dan Kesehatan

Di bidang pendidikan, Desa Purbowangi memiliki beberapa fasilitas sekolah dasar, di antaranya SD Negeri 2, SD Negeri 3, dan SD Negeri 4 Purbowangi, serta sejumlah taman kanak-kanak untuk pendidikan usia dini.

Sementara itu, layanan kesehatan masyarakat didukung oleh keberadaan Rumah Sakit Umum Purbowangi, Polindes, serta fasilitas kesehatan lainnya yang memadai.

Dengan potensi wilayah yang dimiliki, sejarah panjang, serta kuatnya tradisi yang masih terjaga, Desa Purbowangi terus berkembang menjadi salah satu desa yang berperan penting di wilayah Kecamatan Buayan.

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia – Desa Purbowangi, Buayan, Kebumen.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com