KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Wonosigro, yang berada di Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah dan legenda yang menarik. Dahulu, wilayah ini merupakan hutan belantara yang tidak berpenghuni. Suatu hari, rombongan musyafir yang terdiri dari santri dan dipimpin ulama Kyai Akhmaludin datang untuk menyebarkan ilmu agama Islam. Mereka menetap di hutan itu, mengembangkan pertanian, berburu, dan mengaji hingga akhirnya terbentuk perkampungan yang berkembang menjadi Desa Wonosigro.
Nama Wonosigro sendiri berasal dari kata “Wono” yang berarti hutan dan “Sigro” yang mengandung makna cepat berkembang, sehingga arti keseluruhannya adalah hutan belantara yang cepat menjadi perkampungan. Kyai Akhmaludin diabadikan sebagai pendiri Desa Wonosigro.
Selain legenda, Desa Wonosigro juga memiliki sejarah perkembangan pemerintahan dan pembangunan. Pada tahun 1925, Bapak Dajaya terpilih sebagai kepala desa pertama. Sejak itu, berbagai peristiwa penting terjadi, seperti pembangunan fasilitas pendidikan, masjid, irigasi, jembatan, serta berbagai pergantian dan pelantikan kepala desa dan perangkat desa hingga era modern. Desa ini juga mengalami tantangan, termasuk wabah tikus, bencana banjir, dan pandemi COVID-19, namun tetap berkembang berkat partisipasi aktif warga dan dukungan pemerintah.
Sejumlah kegiatan modern juga dilakukan, seperti pelaksanaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) dan penerimaan KKN mahasiswa dari UNSOED Purwokerto, sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.
Dengan sejarah yang kaya dan berbagai upaya pembangunan, Desa Wonosigro tetap menjadi salah satu desa penting yang terus berkembang di Kabupaten Kebumen.
Sumber: https://wonosigro.kec-gombong.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/94
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















