SEJARAH

Tak Banyak yang Tahu! Ini Kisah Awal Berdirinya Desa Giripurno Karanganyar Kebumen

343
×

Tak Banyak yang Tahu! Ini Kisah Awal Berdirinya Desa Giripurno Karanganyar Kebumen

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Giripurno, yang kini berada di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Desa ini tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses penggabungan wilayah yang terjadi sejak masa pemerintahan terdahulu.

Pada awalnya, wilayah Desa Giripurno merupakan gabungan dari tiga dukuh, yakni Dukuh Pengilon, Kepaksen, dan Kembang Abang. Masing-masing dukuh saat itu dipimpin oleh seorang lurah atau kepala wilayah. Ketiga dukuh tersebut sebelumnya secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Karanggayam.

Seiring perkembangan zaman, terjadi perubahan dalam sistem pemerintahan wilayah. Berdasarkan perintah seorang pejabat setingkat camat yang dikenal dengan sebutan Kanjeng Lawuk, ketiga dukuh tersebut kemudian digabungkan menjadi satu kesatuan wilayah pada tahun 1921. Sejak saat itulah, wilayah tersebut resmi diberi nama Desa Giripurno.

Nama Giripurno sendiri memiliki makna filosofis. Kata “Giri” berarti gunung, sedangkan “Purno” berarti akhir. Secara keseluruhan, Giripurno dapat dimaknai sebagai wilayah yang berada di kawasan pegunungan yang menjadi bagian akhir dari wilayah Kecamatan Karanggayam, sebelum akhirnya kini masuk dalam Kecamatan Karanganyar.

Setelah resmi berdiri, Desa Giripurno dipimpin oleh lurah pertama, yaitu Rana Reja, yang menjabat hingga tahun 1929. Dalam menjalankan pemerintahan, ia didampingi oleh seorang Carik (Sekretaris Desa) bernama Hardjo Suwito.

Sepeninggal Rana Reja, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Hardjo Suwito yang sebelumnya menjabat sebagai Carik. Ia kemudian menjadi kepala desa kedua dan memimpin cukup lama, yakni hingga tahun 1970.

Memasuki era berikutnya, kepemimpinan Desa Giripurno dilanjutkan oleh Sastro Pawiro yang menjabat dari tahun 1970 hingga 1990. Setelah itu, tongkat estafet kepemimpinan berpindah ke Sumbono yang memimpin dari tahun 1990 hingga 1997.

Pada periode 1997 hingga 1999, Desa Giripurno sempat mengalami kekosongan jabatan kepala desa. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan, posisi tersebut sementara diisi oleh Sarimin selaku Sekretaris Desa yang bertindak sebagai penjabat kepala desa.

Setelah masa tersebut, kepemimpinan kembali berjalan normal dengan terpilihnya R.Ngt. Retno Puji Astuti sebagai kepala desa periode 1999–2007. Selanjutnya, jabatan kepala desa dipegang oleh Warisah pada periode 2007–2013.

Sejak tahun 2013 hingga sekarang, Desa Giripurno dipimpin oleh Parsum yang telah menjabat selama dua periode. Di bawah kepemimpinannya, desa terus berkembang mengikuti dinamika zaman tanpa meninggalkan akar sejarah yang kuat.

Perjalanan panjang Desa Giripurno menjadi bukti bagaimana sebuah wilayah kecil dapat tumbuh dan berkembang melalui proses sejarah, kepemimpinan, serta semangat persatuan masyarakatnya.

Sumber: website resmi Desa Giripurno


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.