KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Tanjungmeru, Kecamatan Kutowinangun, menyimpan sejarah unik yang menarik untuk diketahui. Sebelum tahun 1900, wilayah ini terdiri dari empat kelurahan, yang hingga kini masih digunakan sebagai nama dusun. Keempat kelurahan tersebut adalah:
- Kelurahan Kolojiwan, dipimpin oleh Lurah Katem
- Kelurahan Bekuka, dipimpin oleh Lurah H. Dulwahab
- Kelurahan Abean, dipimpin oleh Lurah Wongsoikromo
- Kelurahan Jurang Nampu, dipimpin oleh Lurah Jamprong
Sejarah mencatat, pada tahun 1904, atas arahan Asisten Wedono Kutowinangun, keempat kelurahan ini digabung menjadi satu kesatuan dan diberi nama Desa Tanjungmeru.
Pemilihan Kepala Desa pertama dilakukan secara demokratis dengan sistem “dodokan bedulan”, yaitu masing-masing calon duduk di kursi, sementara para pemilih duduk secara berurutan sesuai pilihannya. Dua kandidat kala itu adalah:
- Rono Sengojo dari wilayah Jurang Nampu
- Wongsoikromo dari wilayah Abean
Hasilnya, Rono Sengojo memenangkan pemilihan dan resmi menjadi Kepala Desa pertama Tanjungmeru dengan masa bhakti seumur hidup. Tradisi demokratis ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan Desa Tanjungmeru.
Sejak saat itu, Desa Tanjungmeru terus berkembang, mempertahankan identitas dari empat kelurahan awal yang membentuk fondasi budaya dan pemerintahan lokal desa ini.
Sumber: tanjungmeru.kec-kutowinangun.kebumenkab.go.id
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















