SEJARAH

Sejarah Desa Tegalsari Kecamatan Adimulyo: Dari Hutan Belantara Hingga Desa yang Terpadu

358
×

Sejarah Desa Tegalsari Kecamatan Adimulyo: Dari Hutan Belantara Hingga Desa yang Terpadu

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Setiap desa memiliki cerita dan sejarah yang membentuk identitasnya, termasuk Desa Tegalsari, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. Sejarah Desa Tegalsari diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi dan dibuktikan melalui peninggalan sejarah seperti nama dukuh-dukuh hingga tempat kediaman kepala desa terdahulu.

Menurut cerita yang berkembang, sebelum menjadi desa, wilayah Tegalsari merupakan hutan belantara dan rawa-rawa. Sekitar tahun 1889, dua pasang suami istri bernama Menaliu dan Jagantan menetap di daerah ini setelah dikejar pasukan Belanda karena merupakan pengikut Pangeran Diponegoro. Mereka membuka hutan dengan membakar lahan untuk dijadikan tegalan—ladang pertanian—yang kemudian menjadi batas wilayah dan cikal bakal pembagian dukuh, antara lain:

  • Si Bedil – Terkenal karena sejarah pertempuran melawan Belanda. Dukuh ini terbagi menjadi Bedil Wetan dan Bedil Kulon di sekitar Sungai Kemit.
  • Tegalpuyang – Terdiri dari tiga blok hunian: Tegalpuyang, Panggang Sari, dan Ampelsari. Nama-nama tersebut terkait dengan kondisi alam dan tanaman khas setempat, seperti lempuyang dan bambu ampel.
  • Si Melik – Dinamakan karena cahaya lampu yang terlihat dari jauh di malam hari, atau dari jenis ikan kecil “sisimelik” yang banyak ditemukan di wilayah ini.
  • Wungusari – Wilayah yang dikenal dengan banyaknya pohon wungu sari, hingga akhirnya menjadi nama dukuh.

Keempat dukuh ini bersatu menjadi Desa Tegalsari sekitar tahun 1921, dengan Mbah HMS Iskak alias Godril sebagai lurah pertama. Sejak saat itu, desa terus berkembang dengan kepemimpinan yang berganti secara berkesinambungan hingga kini, dipimpin oleh Bapak Arif sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu.

Sejarah ini menggambarkan perjalanan Tegalsari dari hutan dan rawa-rawa menjadi desa yang terorganisir dan memiliki pemerintahan sendiri. Meski sebagian besar bersumber dari cerita lisan, sejarah ini menjadi warisan penting bagi masyarakat Desa Tegalsari untuk mengenal akar dan identitas desanya.

Sumber: RPJMDes 2019-2025 – tegalsari.kec-adimulyo.kebumenkab.go.id


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.