SEJARAH

Sejarah Desa Sugihwaras: Kisah Mbah Santani dan Perjuangan Warga Membentuk Desa

331
×

Sejarah Desa Sugihwaras: Kisah Mbah Santani dan Perjuangan Warga Membentuk Desa

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Sugihwaras, yang terletak di Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang sarat nilai perjuangan, demokrasi, dan pembangunan. Sebelum kemerdekaan, wilayah ini terbagi menjadi lima lurah, yakni Patut, Slana, Sugihwaras, Kanoman, dan Klepusari. Kelima lurah kemudian bermusyawarah untuk menyatukan wilayahnya menjadi satu desa. Hasil musyawarah yang dilakukan secara dodokan menunjuk Mbah Santani, lurah dari Perdukuhan Sugihwaras, sebagai pemimpin, dan sejak itu wilayah ini dikenal dengan nama Desa Sugihwaras.

Mbah Santani menjabat sebagai lurah pada masa penjajahan Belanda. Setelahnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh Mbah Atmo Sukarto pada Juni 1946, yang kemudian sempat diberhentikan karena masalah keamanan terkait pembangunan tanggul. Posisi lurah sempat diisi pejabat dari Kodim, Sukohasmono, sebagai lurah karteker hingga 1978, kemudian digantikan oleh PJ Mulyo Wikaryo selama kurang lebih dua tahun.

Sejak 1980, Desa Sugihwaras mengadakan pemilihan Kepala Desa pertama secara demokratis dengan sistem coblosan. Ibu Tasiyem Suparyo terpilih sebagai kepala desa pertama, diikuti oleh beberapa pemilihan demokratis berikutnya, termasuk Bapak Darto (1990), Bambang Setijolukito (1999), Darimin (2007 & 2013), dan Bambang Tulus Wibowo, SH (2019).

Perjalanan desa juga diwarnai berbagai peristiwa penting. Beberapa peristiwa buruk, seperti banjir besar pada 1957, 1960, 1967, dan 2018, serta paceklik panjang 1963–1967, menjadi catatan sejarah desa. Sementara berbagai peristiwa baik, seperti masuknya listrik (1997), proyek jalan DPU (1982, 1998), pembangunan jaringan PDAM dan program PAMSIMAS (2015), serta bantuan pembangunan dari provinsi, menandai kemajuan desa.

Pemerintahan desa juga terus berkembang. Pada 2008, pengisian perangkat desa diperluas menjadi 14 orang, dan sejak 2018 menerapkan struktur organisasi SOTK baru dengan 3 Kaur, 3 Kasi, dan 3 Kadus. Hal ini menandakan peningkatan profesionalisme dalam pelayanan publik dan pengelolaan desa.

Sejarah Desa Sugihwaras bukan hanya soal tokoh dan pembangunan fisik, tetapi juga kisah demokrasi, kerja sama, dan ketahanan masyarakat menghadapi bencana serta perubahan zaman.

Sumber: Desa Sugihwaras, Kecamatan Adimulyo, Kebumen


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.