SEJARAH

Sejarah Desa Kewangunan Petanahan Kebumen: Dari Jejak Lama hingga Semangat Gotong Royong yang Terjaga

507
×

Sejarah Desa Kewangunan Petanahan Kebumen: Dari Jejak Lama hingga Semangat Gotong Royong yang Terjaga

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kewangunan yang terletak di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah sejarah yang unik. Meski tidak memiliki catatan pasti mengenai awal berdirinya, desa ini tetap berdiri kokoh dengan identitas dan nilai-nilai kebersamaan yang kuat hingga saat ini.

Berdasarkan penuturan para sesepuh desa, sejarah awal Desa Kewangunan tidak dapat diketahui secara pasti. Bahkan, warga yang lahir sekitar tahun 1920 pun mengaku sudah mendapati wilayah tersebut bernama “Kuwangunan”. Nama tersebut kemudian mengalami perubahan sekitar tahun 1990 menjadi “Kewangunan”.

Secara etimologis, nama Kewangunan berasal dari kata “wangun” yang berarti pantas. Dengan demikian, Kewangunan dimaknai sebagai tempat yang layak dan pantas untuk dihuni, mencerminkan harapan akan kehidupan yang baik bagi masyarakatnya.

Dalam kehidupan sosial, masyarakat Desa Kewangunan dikenal memiliki sistem kekerabatan yang erat dan semangat gotong royong yang tinggi. Nilai tersebut tercermin dalam berbagai aktivitas warga, seperti perbaikan jalan, pembangunan sarana ibadah, hingga pembangunan rumah. Bentuk partisipasi masyarakat pun beragam, mulai dari tenaga, material, hingga bantuan dana.

Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi penting dalam pembangunan desa. Tingginya partisipasi warga menunjukkan kesadaran bahwa kemajuan desa merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Dari sisi kepemimpinan, sejarah Desa Kewangunan mencatat sejumlah tokoh yang pernah memimpin. Kepala desa pertama yang diketahui adalah Abdul Syakur, yang memimpin sebelum masa kemerdekaan hingga tahun 1945. Pada masa itu, sistem pemerintahan desa belum memiliki aturan yang jelas karena masih berada dalam penjajahan, sehingga ruang gerak masyarakat dan pemimpin sangat terbatas.

Setelah kemerdekaan, kepemimpinan dilanjutkan oleh Wiryosentono hingga tahun 1970. Masa awal kemerdekaan masih diwarnai euforia masyarakat, sehingga pembangunan desa belum berjalan stabil. Baru sekitar satu dekade kemudian, masyarakat mulai aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan kehidupan demokrasi desa.

Pemilihan kepala desa pertama secara langsung dilaksanakan pada tahun 1970, yang dimenangkan oleh Darnuji dan memimpin hingga tahun 1989. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Romelan (1989–1998), dilanjutkan pejabat sementara Budi hingga 1999 di tengah dinamika politik nasional.

Selanjutnya, Amir Mahmud memimpin selama dua periode (1999–2013), kemudian Supardi (2013–2019), dan saat ini Desa Kewangunan dipimpin oleh Subagyo sejak tahun 2019 hingga sekarang.

Secara geografis, Desa Kewangunan berada di wilayah paling barat Kecamatan Petanahan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Puring. Desa ini memiliki jumlah penduduk sekitar 3.374 jiwa dengan 1.096 kepala keluarga, yang tersebar di 14 RT dan 6 dusun, yaitu Dusun Kawilagan, Kajeksan, Kembaran, Japun, Karangjambe, dan satu dusun lainnya.

Mayoritas penduduk Desa Kewangunan memeluk agama Islam. Hal ini terlihat dari keberadaan masjid, musala, TPA, serta aktivitas keagamaan yang aktif. Selain itu, terdapat dua organisasi masyarakat Islam yang berkembang di desa ini, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Di bidang pendidikan, Desa Kewangunan memiliki sejumlah fasilitas, mulai dari Kelompok Bermain Kenanga, POS PAUD Kenanga Indah, TK Tunas Karya, SDN 1 Kewangunan, hingga SDN 2 Kewangunan. Terdapat pula TPQ dan rumah tahfidz sebagai sarana pendidikan keagamaan bagi masyarakat.

Dari sisi ekonomi, sebagian besar warga Desa Kewangunan berprofesi sebagai petani, mengingat wilayahnya didominasi area pertanian. Selain itu, terdapat pula warga yang bekerja sebagai peternak, wiraswasta, maupun aparatur sipil negara. Beberapa potensi ekonomi lokal yang berkembang antara lain produksi kerajinan rumah tangga dan industri tempe.

Dengan sejarah panjang yang meski tidak terdokumentasi secara lengkap, Desa Kewangunan tetap menunjukkan jati dirinya sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, religiusitas, dan semangat membangun demi masa depan yang lebih baik.

Sumber: Website Resmi Desa Kewangunan – https://kewangunan.kec-petanahan.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/186

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.