KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Benerwetan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, menyimpan sejarah panjang yang sarat nilai budaya, legenda, dan perjalanan kepemimpinan yang menarik untuk ditelusuri.
Pada awalnya, Desa Benerwetan terdiri dari empat dusun, yakni Dusun Benerwetan, Dusun Krajan, Dusun Noloprayan, dan Dusun Benertunjung. Masing-masing dusun memiliki latar belakang sejarah tersendiri yang saling berkaitan.
Dusun Noloprayan, misalnya, dipercaya berasal dari tokoh sepuh bernama Mbah Noloproyo. Sementara Dusun Benertunjung dan Krajan memiliki keterkaitan dengan petilasan serta kedatangan seorang tokoh dari Kerajaan Ngayogyakarta, yakni Tumenggung Wirosobo.
Nama “Benerwetan” sendiri memiliki kisah unik. Konon, pada masa lampau terdapat dua ksatria dari Yogyakarta yang terlibat perselisihan dan saling mengklaim kebenaran. Pertikaian tersebut akhirnya dilerai oleh seorang tokoh yang memutuskan bahwa keduanya sama-sama benar. Dari situlah muncul sebutan “Bener” yang kemudian berkembang menjadi dua wilayah, yakni Benerwetan dan Benerkulon.
Dalam perjalanan pemerintahan, Dusun Noloprayan pertama kali dipimpin oleh Mbah Noloproyo, yang kemudian digantikan oleh Mbah Triojoyo yang dikenal sebagai “Lurah Nggrembul”. Seiring waktu, keempat dusun tersebut disatukan menjadi satu desa, yakni Desa Benerwetan.
Pemimpin pertama desa ini adalah Mbah Singokromo, yang juga dikenal sebagai Mbah Kenci. Ia memimpin selama kurang lebih 35 tahun. Pada masa penjajahan Jepang, kepemimpinan sempat dipegang oleh Mangkurejo Suparno, meski hanya berlangsung selama satu tahun.
Setelah masa tersebut, tongkat estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Marto Miharjo yang menjabat cukup lama, dari tahun 1947 hingga 1986. Di bawah kepemimpinannya, Desa Benerwetan mengalami berbagai kemajuan.
Selanjutnya, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Mulhadi (1988–1998), kemudian Edi Suwarto (1999–2006), dan diteruskan oleh Sudarman yang menjabat selama dua periode, yakni 2007–2013 dan 2013–2019.
Memasuki era modern, kepemimpinan Desa Benerwetan saat ini dipegang oleh Tasino sejak tahun 2019 hingga sekarang.
Dengan perjalanan sejarah yang panjang, Desa Benerwetan tidak hanya menyimpan kisah legenda, tetapi juga menjadi saksi perkembangan pemerintahan dari masa ke masa yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
Sumber: https://benerwetan.kec-ambal.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/109/177
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















