SEJARAH

Menelusuri Sejarah Makam Abdul Rahim Sirnabaya di Karanggayam, Kebumen

309
×

Menelusuri Sejarah Makam Abdul Rahim Sirnabaya di Karanggayam, Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, terdapat satu situs Cagar Budaya yang menyimpan sejarah panjang dan kisah heroik, yaitu Makam Abdul Rahim Sirnabaya atau yang dikenal sebagai Makam Pangeran Adisuryo.

Terletak di Petak 131 RPH Karanggayam, makam ini berada pada ketinggian sekitar 280 meter di atas permukaan laut, arah timur laut dari kantor Kecamatan Karanggayam, dengan jarak sekitar 5 kilometer. Desa terdekat dari situs ini adalah Desa Karangtengah. Situs Sirnabaya sendiri terdiri dari Cungkup Makam, Petilasan, dan Patok Batu, dengan cungkup makam yang merupakan bangunan semi permanen hasil gotong royong masyarakat Desa Karangtengah.

Untuk mencapai lokasi, peziarah dapat menggunakan kendaraan roda dua atau empat hingga Kampung Kaliduren, lalu melanjutkan perjalanan sekitar 1 kilometer dengan berjalan kaki melalui hutan pinus yang asri.

Sejarah makam ini sangat menarik. Pangeran Adisuryo, yang lahir dengan nama Bendara Raden Mas Suratman dan memiliki nama lain Ngabdularakim, adalah adik Pangeran Diponegoro dan turut serta dalam Perang Jawa (1825–1830). Keterkaitan beliau dengan masyarakat Karangtengah tercermin dari kisah persahabatannya dengan Ki Surasemita, seorang tokoh lokal yang sering mengirimkan makanan untuknya saat beliau bersembunyi di hutan sekitar desa tersebut.

Dari kisah yang berkembang di masyarakat, Pangeran Adisuryo pernah memberi julukan Sura Sayur kepada Ki Surasemita karena suatu insiden kecil saat mengirim sayur sop. Julukan itu kemudian melekat sebagai nama panggilan dan menjadi bagian dari kearifan lokal. Beberapa peninggalan pribadi Pangeran Adisuryo, termasuk pakaian, hingga kini masih disimpan oleh keturunan Ki Surasemita.

Masyarakat Desa Karangtengah juga bertanggung jawab membangun dan merawat makam, sehingga kini situs ini mulai banyak dikunjungi peziarah, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Kebumen, bahkan ada yang datang dari luar pulau. Salah satu kearifan lokal yang dijaga adalah larangan merusak atau mengambil benda dan tanaman yang ada di kompleks makam. Meskipun belum ada juru kunci tetap, biasanya yang mengantarkan peziarah adalah keturunan Ki Surasemita.

Makam Pangeran Adisuryo tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga menjadi saksi sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro dan masyarakat lokal yang terus dijaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokalnya hingga kini.

Sumber: website desa Karangtengah Kecamatan Karanggayam


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.