SEJARAH

Menelusuri Sejarah Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kebumen: Dari Makam Wirakuntala Hingga Struktur Desa

336
×

Menelusuri Sejarah Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kebumen: Dari Makam Wirakuntala Hingga Struktur Desa

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kebakalan, yang terletak di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang kaya akan nilai budaya dan adat istiadat. Desa ini, yang membawahi tiga dusun atau RW dan 14 RT, dipimpin oleh seorang Kepala Desa dan menjadi salah satu unit terkecil dalam struktur pemerintahan Indonesia.

Awal Mula Desa Kebakalan

Asal-usul Desa Kebakalan tidak tercatat secara resmi dalam dokumen sejarah, namun berdasarkan cerita tokoh dan leluhur setempat, wilayah ini telah ada sejak zaman kerajaan Pajajaran dan Majapahit, hingga masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Pada masa Belanda, Desa Kebakalan sudah terbentuk sebagai unit pemerintahan paling rendah, meski belum secara resmi diadministrasikan oleh pemerintah kolonial. Pembentukan desa awalnya dipicu oleh dorongan masyarakat untuk bersatu demi kepentingan bersama dan perlindungan dari ancaman luar. Bukti sejarah berupa makam tokoh masyarakat, Wirakuntala (nama asli Syeh Sihabudin) dan Wirabaya (nama asli Syeh Sara), yang terkait dengan Kasultanan Yogyakarta, menunjukkan bahwa keduanya datang ke Desa Kebakalan akibat konflik internal antara Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, dan membangun desa berdasarkan hukum adat setempat.

Menurut IGO, terdapat tiga unsur penting dalam sejarah terbentuknya Desa Kebakalan: kepala desa, pamong desa, dan rapat desa. Kepala desa bertugas sebagai penguasa tunggal, mengatur urusan rumah tangga desa, serta berkoordinasi dengan pemerintah, dengan tetap memperhatikan aspirasi masyarakat. Kepala desa dibantu oleh Pamong Desa yang sebutannya berbeda-beda di tiap daerah.

Hingga Januari 2023, Desa Kebakalan terdiri dari:

  • Dukuh Penunggalan (RW 01) – 4 RT
  • Dukuh Kebakalan (RW 02) – 4 RT
  • Dukuh Polaman (RW 03) – 6 RT

Desa Kebakalan di Masa Penjajahan Jepang

Penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung singkat dan tidak membawa perubahan signifikan terhadap struktur pemerintahan desa. Demokrasi di tingkat desa dihapus, tetapi peraturan yang ada sebelumnya tetap berlaku, sehingga Desa Kebakalan tetap berjalan sesuai adat dan hukum yang berlaku.

Struktur Desa dan Kepala Desa Kebakalan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 dan UU No.6 Tahun 2014, desa merupakan kesatuan hukum masyarakat yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat sesuai asal-usul, hak tradisional, dan adat istiadat.

Sejarah Kepala Desa Kebakalan dari masa ke masa:

  1. Wanayuda – Kepala Desa Ke I
  2. Taruna Sentana – Kepala Desa Ke II
  3. Soenyoto – Kepala Desa Ke III
  4. Roesman Darmohusodo – Kepala Desa Ke IV
  5. Suroto – Kepala Desa Ke V
  6. Mistam – Kepala Desa Ke VI
  7. Sunaryo – Kepala Desa Ke VII
  8. Palupi Ekowati – Kepala Desa Ke VIII
  9. R. Wiwit Setiyawan Wijayanto – Kepala Desa Ke IX

Dengan struktur pemerintahan yang berjalan secara tertib dan menghormati adat, Desa Kebakalan menjadi contoh bagaimana sejarah, budaya, dan pemerintahan lokal bisa bersinergi hingga saat ini.

Sumber: Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kebumen


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.