KEBUMEN, Kebumen24.com – Di balik nama unik Desa Plempukankembaran, tersimpan kisah legenda yang sarat makna dan menjadi bagian penting dari sejarah lokal di wilayah selatan Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.
Konon, pada masa penjajahan Belanda, seorang pejuang bernama Raden Dwijoyono yang berasal dari Kraton Yogyakarta terpaksa mengungsi bersama keluarga dan para prajuritnya. Dalam pelariannya, rombongan tersebut terus berjalan hingga akhirnya tiba di sebuah tempat yang dipenuhi dua pohon mangga (pelem) yang tengah berbuah lebat.
Dalam kondisi lelah dan kehabisan bekal, Raden Dwijoyono memerintahkan para prajuritnya untuk memetik buah mangga tersebut. Buah yang tebal, manis, dan empuk itu pun menjadi pelepas lapar dan dahaga mereka.
Merasa tempat tersebut membawa keberkahan, Raden Dwijoyono kemudian menamai wilayah itu “Plempukankembaran”, yang terinspirasi dari dua pohon pelem kembar yang menjadi saksi perjalanan mereka. Sejak saat itu, ia bersama para pengikutnya memutuskan menetap dan mulai membuka lahan pertanian hingga berkembang menjadi sebuah permukiman.
Seiring waktu, wilayah tersebut terus berkembang hingga akhirnya resmi menjadi Desa Plempukankembaran pada Juni 2007. Penetapan itu berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 15 Tahun 2007 tentang pembentukan desa-desa baru hasil pemekaran.
Dalam perjalanan sejarahnya, Desa Plempukankembaran mengalami berbagai dinamika, mulai dari masa penjajahan, transisi kemerdekaan, hingga era reformasi. Desa ini pernah menghadapi masa sulit seperti kelaparan, wabah penyakit, hingga gejolak sosial. Namun, di sisi lain, pembangunan juga terus dilakukan, seperti pembangunan jalan, balai desa, hingga peningkatan pelayanan berbasis teknologi.
Kini, di bawah kepemimpinan kepala desa periode 2019–2025, pembangunan infrastruktur desa semakin baik. Jalan desa telah memadai, serta sarana dan prasarana terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat.
Legenda Raden Dwijoyono pun tetap hidup di tengah masyarakat sebagai simbol perjuangan, ketahanan, dan awal mula terbentuknya Desa Plempukankembaran yang kini terus berkembang.
Sumber:
Website resmi Desa Plempukankembaran
https://plempukankembaran.kec-ambal.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/114/149
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















