SEJARAH

Legenda dan Sejarah Desa Logede: Dari Mbah Samogati hingga Kepala Desa Modern

386
×

Legenda dan Sejarah Desa Logede: Dari Mbah Samogati hingga Kepala Desa Modern

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Logede, yang kini menjadi salah satu desa di Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, menyimpan sejarah panjang dan legenda yang menarik untuk ditelusuri. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 116 hektar, terbagi menjadi 57 hektar lahan pemukiman dan 59 hektar lahan persawahan.

Legenda Desa Logede

Menurut cerita turun-temurun, sebelum dikenal sebagai Desa Logede, wilayah ini bernama Logede. Kedatangan Mbah Samogati yang memainkan “trukah/babad alas” menjadi awal mula pemukiman dan pengelolaan lahan di daerah ini. Bersama para pengikutnya, Mbah Samogati berhasil mengembangkan lahan menjadi pemukiman dan sawah yang subur.

Suatu ketika, datanglah seorang tokoh dari Keraton Ngayogjokarto Diningrat bernama Raden Tumenggung Centhong Balung. Ketika melihat pohon Elo (Ficus racemosa) yang besar, beliau terkesan dan mengucapkan “Lo… Gede!”, sehingga wilayah ini kemudian dikenal dengan nama Logede.

Raden Tumenggung Centhong Balung kemudian bekerja sama dengan Mbah Samogati dalam Rembug Desa, membahas dua hal penting:

  1. Penetapan nama desa.
  2. Pemilihan sesepuh desa sebagai pemimpin, yang terdiri dari:
    • Kepala Desa sebagai pemimpin pemerintahan.
    • Carik Desa sebagai juru tulis.
    • Congkog sebagai wakil kepala desa.
    • Ulu-ulu untuk pengelolaan irigasi pertanian.
    • Beberapa kebayan untuk menyampaikan perintah kepala desa kepada masyarakat, termasuk urusan kerja bhakti dan penarikan upah.

Sejarah Desa Logede

Sejak awal abad ke-20, Desa Logede mengalami berbagai peristiwa penting. Beberapa catatan sejarahnya meliputi:

  • 1943: Terjadi kelangkaan dan penyakit koreng.
  • 1956: Pemilihan Kepala Desa secara demokratis, terpilih Bp. Surjani.
  • 1976: Pembangunan Kantor Balai Desa dan bantuan beras bulgur untuk masyarakat, meski terjadi paceklik.
  • 1983: Desa Logede meraih juara ketiga lomba desa se-Kabupaten Kebumen dan menerima bantuan kambing sebanyak 40 ekor.
  • 1985: Rehab total Masjid Al Ikhsan.
  • 1998: Program bantuan raskin untuk warga miskin dimulai dan berlanjut hingga kini.
  • 2005-2010: Pembangunan infrastruktur seperti jalan setapak, pengaspalan jalan, drainase, dan pembangunan Gedung TK Lestari.
  • 2019: Pemilihan Kepala Desa Logede secara demokratis, terpilih Bp. Imdad Durokhman, SE. Pembangunan infrastruktur berlanjut dengan rabat beton RW 5, drainase RW 1, jembatan, dan rehabilitasi kantor pelayanan desa.

Kondisi Umum Desa

Secara geografis, Desa Logede berbatasan dengan:

  1. Barat: Desa Giwangretno
  2. Timur: Desa Kuwayuhan
  3. Utara: Desa Kebulusan
  4. Selatan: Desa Bumiharjo

Desa ini termasuk salah satu dari 449 desa di Kabupaten Kebumen, dengan wilayah seluas 116 hektar yang terdiri dari pemukiman dan lahan pertanian.

Legenda dan sejarah Desa Logede menunjukkan perjalanan panjang dari masa lampau hingga pembangunan modern, membentuk karakter dan budaya masyarakat yang kuat hingga kini.

Sumber: Website Desa Logede – Prodeskel Kebumen


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.