KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Karangkemiri, yang berada di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menyimpan jejak sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Berdasarkan penelusuran literatur dan keterangan warga setempat, nama Karangkemiri telah dikenal sejak masa kolonial Belanda, bahkan tercatat dalam peta tahun 1905.
Secara administratif, Desa Karangkemiri saat ini terdiri dari sepuluh dukuh, yakni Dukuh Panongan, Grebok, Gendon, Srengseng, Sikalung, Sitolok, Kubang, Kesenent, Sendari, dan Pakujati. Masing-masing dukuh memiliki historiografi tersendiri terkait asal-usul penamaan wilayahnya.
Keberadaan nama Karangkemiri sebagai nama desa tua diperkuat oleh penuturan sesepuh desa, Mbah Chayatun, yang lahir pada 12 Maret 1929. Dalam kondisi yang masih sehat dan komunikatif, beliau menyampaikan bahwa nama Karangkemiri sudah dikenal sejak lama, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Penelusuran sejarah yang dilakukan pada 10 Februari 2023 juga merujuk pada buku berjudul Wetan Kali Kulon Kali, yang menyebutkan bahwa wilayah Karangkemiri sudah ada sejak tahun 1905. Informasi tersebut diperkuat oleh arsip koran Belanda pada masa itu, ketika Karanganyar masih berstatus sebagai kabupaten, yang kini menjadi wilayah Kecamatan Karanganyar.
Terkait asal-usul nama Karangkemiri, terdapat dua versi yang berkembang di masyarakat. Versi pertama disampaikan oleh Sekretaris Desa Karangkemiri, Ahadi Rahmat. Ia menjelaskan bahwa nama Karangkemiri berasal dari kata “Karangan” yang berarti tempat, dan “Kemiri” yang dimaknai sebagai akhir. Menurutnya, penamaan ini berkaitan dengan posisi wilayah yang dahulu menjadi bagian terakhir dalam administrasi kabupaten di masa itu.
Sementara itu, versi kedua disampaikan oleh Kepala Dusun V, Sarjono. Ia mengungkapkan bahwa pada zaman dahulu wilayah Karangkemiri dikenal sebagai daerah yang banyak ditumbuhi pohon kemiri. Oleh karena itu, masyarakat kemudian menyebutnya sebagai Karangkemiri.
Meski demikian, hingga kini sejarah lengkap Desa Karangkemiri belum dapat dipastikan secara menyeluruh. Namun, bukti berupa peta kolonial Belanda tahun 1905 yang mencantumkan nama Karangkemiri menjadi salah satu penguat bahwa desa ini memiliki akar sejarah yang panjang dan telah ada jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan berbagai versi cerita dan bukti sejarah yang ada, Desa Karangkemiri menjadi salah satu wilayah di Kebumen yang menyimpan kekayaan sejarah lokal yang patut untuk terus digali dan dilestarikan.
Sumber:https://karangkemiri.keckaranganyar.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/172/259
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















