SEJARAH

Asal Usul Desa Wotbuwono Klirong Kebumen: Berasal dari Kata Wot” dan “Buwono”

373
×

Asal Usul Desa Wotbuwono Klirong Kebumen: Berasal dari Kata Wot” dan “Buwono”

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Wotbuwono di Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen memiliki kisah legenda dan sejarah yang menarik. Desa ini lahir dari proses penyatuan tiga desa pada masa lampau yang kemudian menjadi awal terbentuknya pemerintahan desa yang dikenal hingga sekarang.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, Desa Wotbuwono pada awalnya merupakan hasil blengketan atau penggabungan dari tiga desa, yakni Desa Bowana, Desa Ingas, dan Desa Wotgalih. Ketiga desa tersebut kemudian sepakat untuk bersatu melalui musyawarah masyarakat.

Dari hasil kesepakatan tersebut, lahirlah satu desa baru yang diberi nama Wotbuwono. Nama ini memiliki makna filosofis yang dalam bagi masyarakat setempat.

Kata “Wot” dalam bahasa Jawa berarti jembatan atau jalan, sedangkan “Buwono” (atau bawono) berarti dunia atau alam. Secara makna, Wotbuwono diartikan sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih baik di dunia.

Nama tersebut juga mengandung harapan agar masyarakat memiliki jalan menuju kehidupan yang lebih terang, khususnya dalam perkembangan nilai-nilai agama Islam. Pada masa sebelum penggabungan desa, ajaran Islam di wilayah tersebut belum berkembang secara luas, sehingga masyarakat masih banyak menjalankan kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran agama.

Melalui kebersamaan dalam satu desa, masyarakat diharapkan dapat membangun kehidupan yang lebih baik, harmonis, serta semakin kuat dalam nilai-nilai keagamaan dan sosial.

Resmi Menjadi Desa Tahun 1928

Secara administratif, Desa Wotbuwono mulai berdiri sebagai pemerintahan desa sekitar tahun 1928, setelah proses penggabungan tiga desa tersebut berlangsung.

Sejak saat itu, desa ini dipimpin oleh beberapa kepala desa yang menjalankan roda pemerintahan secara bergantian.

Berikut daftar kepala desa yang pernah memimpin Desa Wotbuwono:

  1. Udowikarto (1928 – 1935)
  2. Kayun (1935 – 1938)
  3. Sarwono (1938 – 1946)
  4. Soerjohadi (1946 – 1986)
  5. Sudur Jazim Chamidi (1989 – 1998)
  6. Hadi Kastori (1999 – 2007)
  7. Supadi Hadi (2007 – 2013)
  8. Yusron (2013 – 2019)
  9. Eli Sugiono (2019 – sekarang)

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Desa Wotbuwono dalam membangun masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

Legenda dan sejarah ini hingga kini masih menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Desa Wotbuwono, sekaligus pengingat tentang pentingnya persatuan, musyawarah, dan kebersamaan dalam membangun kehidupan desa yang lebih baik.

Sumber:
https://wotbuwono.kec-klirong.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/86


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.