KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang sarat legenda. Dahulu, desa ini dikenal dengan nama Desa Kepedek. Perubahan nama menjadi Desa Mekarsari terjadi pada 1 Januari 1982, di bawah kepemimpinan Kepala Desa H. Soebandji bersama tokoh masyarakat setempat, sesuai SK Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor 146/333/1982 tanggal 20 Desember 1982.
Legenda Desa Kepedek bermula pada abad ke-17, ketika seorang pangeran dari Kerajaan Mataram, Kanjeng Pangeran Bumidirjo, mengasingkan diri bersama istri dan pengawal untuk menghindar dari kebijakan Sultan Amangkurat I yang dinilai berpihak pada VOC. Pangeran Bumidirjo akhirnya menetap di daerah Karang Rejo, Kutowinangun, hingga wafat.
Pencarian pangeran oleh utusan Keraton Mataram, Udakara dan Surakerti, membentuk sejumlah nama dukuh yang masih digunakan hingga kini. Misalnya:
- Kuwaon (RW 01): Dari kata “Kala Wau” yang artinya “tadi sudah ditanya”, menandai kunjungan prajurit.
- Suaran (RW 02): Dari suara pukulan palu penduduk yang sedang membuat alat parut kelapa.
- Duduhan (RW 03): Dari kegiatan penduduk memanen madu tawon.
- Kepatokan (RW 04): Lokasi prajurit beristirahat di bawah pohon asam jawa, digunakan sebagai penanda arah.
- Klangkiran (RW 05): Dari Kyai Mbah Langkir, penunjuk arah menuju kediaman Pangeran Bumidirjo.
Sejarah ini juga menegaskan hubungan erat antara Pangeran Bumidirjo dengan masyarakat setempat. Di Dukuh Suaran, misalnya, terdapat makam Ki Bekel, anak Pangeran Bumidirjo, dan Kyai Honggoyudo, cucu beliau sekaligus Demang Kutowinangun I. Pesan pangeran kepada keturunannya adalah untuk tidak menggunakan gelar “Kanjeng”, melainkan “Kyai” atau “Ki”.
Perubahan nama dari Kepedek menjadi Mekarsari menandai transformasi desa menuju identitas baru, namun akar sejarah dan legenda tetap dijaga oleh masyarakat.
Masyarakat dan peneliti sejarah diundang untuk memberikan masukan atau informasi tambahan terkait asal-usul Desa Mekarsari demi menjaga kebenaran sejarah.
Sumber: Desa Mekarsari – Kutowinangun
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















