KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kutowinangun bukan sekadar nama. Kata ini berasal dari bahasa Jawa, “Kutho” yang berarti “Kota” dan “Winangun” bermakna “Bangunan”, sehingga dapat diartikan sebagai “Kota yang dibangun”. Namun, di balik namanya, tersimpan kisah sejarah dan legenda panjang yang menghubungkan Kutowinangun dengan kerajaan Mataram.
Sejarah mencatat bahwa hubungan Kutowinangun, yang dahulu termasuk wilayah Panjer, dengan Kerajaan Mataram telah terjalin sejak Ekspedisi Sultan Agung Hanyakra Kusuma ke Batavia. Hubungan semakin erat saat Pangeran Bumidirja melakukan pengembaraan ke Panjer. Ia hidup sebagai Kyai Bumi, seorang petani di Karang Kebumen, dan melahirkan keturunan yang kemudian menjadi tokoh penting di Kutowinangun, termasuk Jaka Sangkrip/Surawijaya.
Legenda mencatat perjalanan Jaka Sangkrip meninggalkan rumah selama 13 tahun untuk bertapa dan mengasah keberanian. Dalam perjalanannya, ia melakukan berbagai tapa, bertemu tokoh gaib seperti Kumbang Ali-Ali, hingga memperoleh kesaktian yang membawanya menjadi prajurit kepercayaan Raja Kartasura dengan gelar Kyai Hanggawangsa. Tak hanya itu, Jaka Sangkrip juga terkenal karena kesaktiannya menyembuhkan penyakit dan menghadirkan kedamaian bagi masyarakat Kutowinangun.
Konflik dan peperangan yang terjadi, seperti perseteruan dengan Prawirawigati, justru menegaskan keteguhan hati dan kepahlawanan Surawijaya. Kisahnya menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur, di mana setelah diangkat menjadi Bupati Nayake di Surakarta, ia tetap memilih tinggal di Kutowinangun, kampung halamannya.
Seiring waktu, Desa Kutowinangun dipimpin oleh para kepala desa yang berperan dalam menjaga keberlanjutan dan kemajuan desa. Berikut beberapa nama tokoh yang pernah memimpin: Mangoentirto (1904–1916), Haji Saleh (1916–1918), hingga Fahmi Huda, S.Sos yang memimpin saat ini (2021–sekarang).
Kisah Kutowinangun tak hanya sejarah, tapi juga pelajaran tentang keberanian, keteguhan, dan penghormatan terhadap akar budaya yang harus dijaga hingga kini.
Sumber: Website Desa Kutowinangun
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















