KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Sidomukti, yang terletak di Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan kekayaan tradisi yang masih terjaga hingga kini. Dahulu, Desa Sidomukti merupakan gabungan dari tiga desa, yakni Desa Tonggo Banaran, Desa Penunggalan, dan Desa Sembir. Pada tahun 1925, ketiga desa ini resmi bergabung menjadi satu desa dengan nama Desa Sidomukti. Pemilihan Kepala Desa pertama dimenangkan oleh Bapak Sarso.
Sejak saat itu, Desa Sidomukti telah dipimpin oleh berbagai Kepala Desa yang masing-masing memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kehidupan masyarakat. Beberapa nama yang tercatat antara lain Bapak Mangkupawiro (1933-1945), Bapak Kusmen Soekotjo (1946-1988), Bapak Suryanto (1989-1998), Bapak Jono Riyanto (2004), hingga Kepala Desa terkini Bapak Heru Hudiyono, yang memimpin sejak 2019 hingga 2025 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kebumen Nomor 141/1237 Tahun 2019.
Selain sejarah kepemimpinan, Desa Sidomukti juga kaya dengan tradisi dan adat istiadat yang masih dijalankan masyarakat, antara lain:
- Nyadran dan Munggahan – Tradisi menjelang bulan Ramadhan untuk mendoakan leluhur dan memohon keselamatan selama berpuasa.
- Syuran – Perayaan Tahun Baru Islam dengan kenduri dan doa bersama, yang dilakukan di masing-masing wilayah desa.
- Nyrabeni dan Jabel – Upacara menjelang padi meteng dan panen, dengan membawa makanan tradisional untuk dibagikan kepada warga.
- Pertunjukan Kuda Lumping – Seni budaya yang dilakukan setiap bulan Muharram untuk melestarikan tradisi dan mengenang jasa para sesepuh desa.
- Tirakatan dan Ziarah Makam Tabur Bunga – Acara setiap 17 Agustus untuk mengenang jasa pahlawan desa dan menumbuhkan semangat patriotisme.
- Ngapati dan Tingkepan – Selametan untuk ibu hamil agar janin lahir dengan selamat dan sehat.
- Tahlilan – Doa dan pengajian pada 3, 7, 40, 100 hari, hingga 1, 2, dan 3 tahun setelah kematian untuk mendoakan almarhum.
Kekayaan sejarah dan tradisi ini menunjukkan bahwa Desa Sidomukti bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga budaya yang hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kegiatan adat ini menjadi perekat sosial yang memperkuat gotong-royong, kerukunan, dan semangat kebersamaan masyarakat.
Sumber: sidomukti.kec-adimulyo.kebumenkab.go.id
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















