KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Banyurata di Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, menyimpan sejarah panjang yang sarat nilai perjuangan, legenda, serta kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini. Desa ini tidak hanya dikenal sebagai wilayah agraris, tetapi juga sebagai tempat lahirnya kisah heroik tokoh leluhur yang berperan dalam melawan ketidakadilan pada masa kolonial.
Sejarah Desa Banyurata tidak bisa dilepaskan dari sosok Reksa Diwangsa, tokoh yang diyakini sebagai leluhur Dukuh Karangjati. Ia diperkirakan lahir sekitar tahun 1800 M dan disebut-sebut sebagai perwira muda dalam pasukan Perang Diponegoro yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro.
Setelah perang berakhir pada tahun 1830, Reksa Diwangsa memilih melarikan diri dan menjalani kehidupan sebagai santri. Pada masa itu, kebijakan tanam paksa yang diterapkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda semakin menekan rakyat. Sistem ini mewajibkan masyarakat menanam komoditas ekspor seperti tebu, kopi, dan nila, yang dalam praktiknya sering menyimpang hingga membebani rakyat secara berlebihan.
Puncak penderitaan terjadi sekitar tahun 1849–1850, saat rakyat melakukan perlawanan terhadap pajak tinggi dan kebijakan yang tidak adil. Reksa Diwangsa menjadi salah satu tokoh yang memimpin gerakan penolakan pajak tersebut. Akibatnya, ia diburu oleh pemerintah kolonial.
Dalam upaya pelariannya, Reksa Diwangsa sempat menceburkan diri ke Sungai Lukulo saat banjir besar melanda, sehingga pihak Belanda mengira ia telah meninggal dunia. Namun, ia berhasil selamat dan melanjutkan perjalanan ke wilayah hutan jati di utara Sruweng. Di sanalah, sekitar tahun 1850, ia bersama para pengikutnya membuka hutan (babat alas) Karangjati yang kemudian menjadi cikal bakal Dukuh Karangjati, bagian dari Desa Banyurata saat ini.
Secara administratif, Desa Banyurata resmi berdiri pada tahun 1882. Awalnya, wilayah ini terdiri dari beberapa dukuh yang dipimpin oleh lurah masing-masing, sebelum akhirnya disatukan dalam satu pemerintahan desa. Proses pemilihan kepala desa pada masa itu bahkan dilakukan dengan cara unik, yakni melalui sistem “berjongkok” dengan lima calon yang bersaing.
Nama “Banyurata” sendiri diberikan oleh tokoh masyarakat yang mendapat kepercayaan dari pemerintah kolonial Belanda. Seiring waktu, desa ini berkembang menjadi wilayah dengan beragam latar belakang sejarah tiap dukuhnya.
Beberapa wilayah di Banyurata memiliki cerita tersendiri. Dukuh Karangjati didirikan oleh Reksa Diwangsa, sementara wilayah Klina memiliki leluhur bernama Sanderma, yang disebut sebagai anak seorang tumenggung yang menolak bekerja sama dengan Belanda. Di Banyurata Kidul, dikenal pula tokoh Ki Sura Sentana, seorang tokoh kaya dengan kepemilikan lahan hingga 15 hektare pada masanya.
Selain sejarah, kekuatan Desa Banyurata juga terletak pada adat istiadat yang masih lestari. Budaya gotong royong menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan, perawatan makam menjelang bulan Syaban, hingga tradisi “gropyok tikus” untuk mengendalikan hama pertanian.
Tradisi lain yang tetap dijaga adalah Sedekah Bumi, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus doa agar hasil pertanian melimpah. Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang musim tanam dengan membawa ambeng berisi makanan untuk didoakan bersama.
Tak hanya itu, masyarakat juga masih menjalankan Tradisi Suranan, yakni penyembelihan kambing pada bulan Sura yang kemudian diolah dan dinikmati bersama sebagai simbol doa keselamatan dan perlindungan dari marabahaya.
Saat ini, Desa Banyurata memiliki luas wilayah sekitar 219 hektare, dengan rincian 145 hektare lahan pertanian dan 74 hektare tanah kering. Desa ini terbagi dalam 9 RW dan 21 RT, serta dipimpin oleh kepala desa yang silih berganti sejak tahun 1894 hingga sekarang.
Sejarah panjang, nilai perjuangan, serta tradisi yang terus dilestarikan menjadikan Desa Banyurata sebagai salah satu desa yang kaya akan warisan budaya dan identitas lokal di Kabupaten Kebumen.
Sumber: Website Resmi Desa Banyurata
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















