SEJARAH

Menelusuri Legenda dan Sejarah Desa Aditirto, Kecamatan Pejagoan, Kebumen

461
×

Menelusuri Legenda dan Sejarah Desa Aditirto, Kecamatan Pejagoan, Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Aditirto, yang terletak di Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, menyimpan sejarah dan legenda yang kaya akan nilai budaya serta tradisi. Masyarakat desa ini mayoritas beragama Islam, dan selama ini belum terdapat pendatang yang memeluk agama lain, sehingga kearifan lokal dan adat istiadatnya sangat kental dengan nuansa Islam.

Legenda Desa Aditirto

Sejak dahulu, warga Desa Aditirto menjalankan berbagai ritual adat, seperti Ruwat atau Sedekah Bumi, untuk memohon keselamatan dan dijauhkan dari malapetaka. Ritual ini biasanya digelar di makam bersama seluruh warga desa.

Selain itu, sejumlah wilayah atau blok di desa ini memiliki cerita unik yang sering dianggap angker. Misalnya, beberapa tempat seperti Ketileng, Gumuk, Kambang, Sumur Gede, Jomblang, dan Sipon, kerap dikaitkan dengan fenomena gaib. Kejadian seperti penampakan makhluk halus, hewan besar, hingga pengalaman mistis yang membuat orang tersesat atau seolah masuk ke alam lain, menjadi bagian dari kisah lokal yang diwariskan turun-temurun.

Meski begitu, masyarakat Desa Aditirto tetap menjaga nilai gotong royong dan sambatan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga memadukan kearifan lokal Jawa seperti perhitungan mangsa, hari weton, dan kejawen dalam berbagai kegiatan, termasuk perayaan atau hajat desa, yang menjadi bagian penting dari identitas budaya mereka.

Sejarah Desa Aditirto

Nama Aditirto berasal dari kata Adi yang berarti “bagus” dan Tirta yang berarti “air”, sehingga memiliki arti “air yang bagus”. Nama ini diambil dari sumber mata air penting di desa, seperti Mata Air Jomblang dan Mata Air Balong/Beji, yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Awalnya, Desa Aditirto merupakan gabungan dari dua desa, yakni Desa Kalibalong dan Desa Jonggol, masing-masing memiliki kepemimpinan sendiri. Desa ini terbagi menjadi dua dusun: Dusun Jonggol dan Dusun Kalibalong, yang masing-masing memiliki sejumlah wilayah/blok dengan cerita unik:

  • Dusun Jonggol: Kembangadas, Ketileng, Gumuk, Kambang, Sumur Gede, Jomblang, Sentul, Sipon.
  • Dusun Kalibalong: Sibatok, Siwaru, Cermai, Clangkrog, Tungkul, Genting, Sipiter, Telar, Gondang, Prayagandor, Mundu.

Contoh cerita unik di Dusun Kalibalong adalah Clangkrog, di mana seorang pejuang Islam bernama Syeh Nursalim melakukan perlawanan terhadap penjajah. Petilasan beliau hingga kini menjadi tempat ziarah warga, terutama saat mengadakan hajatan besar.

Sejarah pembangunan desa juga mencatat sejumlah tonggak penting, seperti berdirinya SD Aditirto (1910), Masjid Mujtahidin (1945), MI Aditirto (1959), berbagai mushola, TK, Balai Desa, serta program pembangunan infrastruktur seperti talud jalan, senderan sungai, dan jalan desa. Desa ini juga pernah mengalami bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor pada beberapa periode.

Kondisi Geografis dan Umum Desa

Secara administratif, Desa Aditirto termasuk salah satu dari 449 desa di Kabupaten Kebumen dengan luas wilayah sekitar 157,7 hektare. Secara geografis, desa ini berbatasan dengan:

  • Barat: Desa Jabres dan Desa Karangpule
  • Timur: Desa Aditirto (internal)
  • Utara: Desa Pakuran
  • Selatan: Desa Kebulusan

Mayoritas lahan desa adalah tanah kering (60%), sedangkan sawah menempati sekitar 40% wilayah. Topografi desa bervariasi, dan letaknya strategis di bagian barat Kabupaten Kebumen, menjadi saksi perjalanan sejarah dan budaya yang kaya.

Desa Aditirto tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal, adat istiadat, serta gotong royong, menjadikannya contoh harmonisasi antara sejarah, budaya, dan perkembangan masyarakat modern.

 

Sumber: Desa Aditirto – Sejarah dan Legenda


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com